oleh

Berani Abaikan Tugas, Bupati KTT Tak Segan Beri Sanksi Terhadap Guru

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT), Ibrahim Ali, tegaskan dirinya tidak akan segan untuk memberikan sanksi terhadap guru, jika tidak bekerja dengan sesuai standar kurikulum merdeka.

Sanksi yang akan diberikan akan menyusaikan dengan jumlah, jenis dan tingkatan kesalahan dari yang dilakukan oleh para guru, khususnya yang berstatus Aparatur Negeri Sipil (ASN).

“Program kita jelas yaitu KTT pintar, di mana tujuan dari program ini ialah meningkatkan kualitas generasi kita, agar ke depan mereka dapat membangun KTT. Bagi guru yang tidak bisa melakukannya, maka kita anggap tidak mampu,” kata Ibrahim Ali, Ahad 14 Agustus 2022.

Penilaian kinerja guru ini nantinya akan dilakukan oleh pihak Kepala Sekolah (Kepsek) dan Dinas Pendidikan (Disdik). Minimalnya setiap guru harus mengisi absen kerja yang sesuai.

“Jangan ada lagi saya dengar guru yang malas masuk kerja karena alasan fasilitas dan jarak tempuh. Mereka mendaftar sebagai ASN artinya mereka sudah siap bertugas di mana dan jika masih beralasan maka kita juga siap memberikan sanksi berupa mutasi hingga pemberhentian,” tegasnya.

Bupati juga kembali menegaskan kepada pihak Kepsek untuk tidak menyembunyikan kesalahan guru-gurunya, karena akan berdampak pada karir mereka sebagai Kepsek.

“Begitu ketahuan akan kita mutasi dan gantikan jabatannya, tugas guru ini merupakan tugas yang mulia. Maka saya harap kepada setiap insan pendidikan untuk menjaga kemuliannya itu,” terangnya.

Dari program KTT pintar ini setiap guru yang ada di KTT, nantinya akan diberikan satu laptop untuk menunjang pekerjaan mereka.

Memanfaatkan fasilitas itu, Ibrahim juga akan memperbaiki kondisi jaringan yang ada di KTT dengan menambah armada BTS yang ada di KTT.

“BTS sudah kita tambah dan insyallah jaringan di setiap desa nantinya akan sama, sehingga daerah pelosok juga tidak lagi ketinggalan informasi,” tambahnya.

“Dengan dengan fasilitas ini, saya ini peran tenaga didik juga bertambah yakni harus bisa memodernisasi dunia pendidikan, agar peserta didik kita tidak lagi gagap teknologi,” pungkasnya. (*)

Reporter : Osarade

Editor: Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

three × 3 =