8 Calon PMI Asal Sulsel Diamankan Koramil di Nunukan Akibat Tidak Punya Dokumen

benuanta.co.id, NUNUKAN – Balai Penempatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nunukan menerima Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal yang diamankan pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Kepala Balai Penempatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nunukan, Kombes Pol F Jaya Ginting mengatakan pihaknya menerima penyerahan 8 orang CPMI yang diamankan oleh Koramil Bambangan.

“Jumlah CPMI yang berhasil diamankan ada 8 orang terdiri dari 5 orang lelaki dewasa, 2 orang perempuan dan 1 orang anak laki-laki,” ujar Ginting kepada benuanta.co.id, Senin (8/8/2022).

Diungkapkannya, 8 orang CPMI tersebut terindikasi akan masuk ke Tawau, Malaysia secara ilegal tanpa dokumen dengan melewati Desa Bambangan, Sebatik Barat. CPMI tersebut berasal dari daerah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Baca Juga :  Pria Ini Terekam CCTV Curi Uang Kotak Amal Masjid Al Huda

“Sudah diserahkan ke kita dan saat ini semuanya sudah kita amankan di kantor BP3MI, untuk kita lakukan wawancara dan pendalaman lebih lanjut,” ungkapnya.

Wawancara dilakukan untuk mengetahui keinginan CPMI tersebut, jika ingin bekerja ke Malaysia dan memenuhi persyaratan maka akan dilakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi, Disnaker, Disdukcapil sehingga CPMI tersebut dapat dibantu mengurus surat agar bisa ke Malaysia secara resmi.

“Tapi jika ingin dipulangkan ke kampung halaman mereka maka kami siap untuk memfasilitasi kepulangan CPMI tersebut,” terangnya.

A (40) salah satu CPMI yang diamankan mengatakan ia datang bersama dengan istrinya dari Makassar dengan kapal KM. Lambelu beserta CPMI lainnya.

Baca Juga :  Hilang Kendali, Mobil Pikap Terperosok ke Bekas Pangkalan PT AMP, Dua Orang Tewas

“Kita ke sini karena mau ke Malaysia untuk cari kerja di sana, saya dan istri dipanggil keluarga saya yang bekerja di sana,” ujar A.

Diungkapkannya, ini merupakan kali pertamanya dia akan ke Malaysia dengan bermodalkan KTP, selama ini ia tinggal dan bekerja di sebuah hotel yang ada di Makassar, namun memutuskan untuk berhenti bekerja karena ingin mencari rezeki di Malaysia.

Selian itu, A mengatakan biaya hidup yang mahal di Makassar sehingga ia dan istrinya meninggalkan kedua anaknya di Makassar bersama orang tua mereka untuk bisa ke Malaysia. Motivasinya mencari pekerjaan di Malaysia dikarenakan selama ini melihat sudah banyak tetangganya yang pulang sukses setelah merantau di Malaysia.

Baca Juga :  Menyusul Tarakan, Dishub Nunukan Dukung Penerapan ETLE

“Kita ditahan pas sudah naik mobil, sekitar 2 jam kami diperiksa di sana karena tidak punya dokumen sama sekali selain KTP,” katanya.

Diharapkannya, pihak BP3MI bisa membantunya untuk mengurus dokumen sehingga bisa ke Malaysia untuk mencari pekerjaan secara resmi.

“Kita ini datang dari kampung tujuannya mau pergi cari rezeki, kalau kau kembali sekarang rasanya malu dengan keluarga yang ada di sana dan tetangga, saya berharap bisa dibantu untuk diuruskan surat agar bisa ke sana kerja dengan resmi, kita juga sudah ditawarkan oleh BP3MI untuk ke sana dengan jalur resmi,” ungkapnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 3 =