benuanta.co.id, NUNUKAN – Aksi blokade jalan di perbatasan Long Midang dan Ba Kelalan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat Krayan sejak Selasa, 5 Juli 2022 lalu, dalam waktu dekat ini disepakati untuk dibuka kembali setelah adanya pertemuan yang dihadiri oleh Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI, Rifki pada Senin, 1 Agustus 2022.
Hal itu disampaikan langsung oleh Camat Krayan, Ronny Firdaus yang mengatakan bahwa dalam pertemuan yang dilaksanakan di aula Kantor Camat Krayan, Dandrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Rifki sudah melakukan komunikasi dengan masyarakat dan mendengarkan aspirasi masyarakat Krayan secara langsung.
“Kita sudah sampai pada titik ini, dan hasil pertemuan sudah disepakati bahwa blokade jalan akan dibuka kembali,” ujar Ronny kepada benuanta.co.id, Selasa (2/8/2022).

Namun meski sudah disepakati akan dibuka kembali, Ronny mengungkapkan bahwa blokade jalan dibuka hanya untuk perlintasan orang saja, sedangkan untuk perlintasan barang ataupun perdagangan belum diperbolehkan untuk melewati jalan blokade yang akan segera dibuka tersebut.
Selain itu, dibukanya kembali jalan yang diblokade dalam rangka mendukung rencana pertukaran tentara penjaga perbatasan RI-Malaysia yang dalam waktu dekat ini akan dilakukan oleh kedua Negara.
“Dua atau tiga hari ke depan ini akan dilaksanakan pertukaran, jadi tentara kita masuk menjaga di Pos perbatasan yang ada di Ba kelalan Malaysia begitu juga sebaliknya tentara Malaysia akan menjaga di Pos perbatasan Long Midang Indonesia,” katanya.
Terkait aktivitas perdagangan yang belum boleh diizinkan melintas setelah blokade nanti sudah dibuka kembali, hal ini disebabkan lembaga adat, LSM dan pelaku usaha yang ada di Krayan akan melakukan pertemuan terlebih dahulu dengan pengusaha atau pihak koperasi yang ada di Ba Kelalan, Malaysia.
“Jadi ada catatannya, nanti setelah ada pertemuan dan sudah ada kesempatan di antara pihak-pihak ini dan sudah memenuhi apa yang menjadi tuntutan dan harapan kelompok yang melakukan blokade jalan barulah perlintasan untuk barang diizinkan untuk melintasi jalan perbatasan tersebut,” ungkapnya.
Dijelaskannya, kesempatan yang diharapkan oleh pihak yang melakukan aksi blokade jalan yakni berupa kesempatan untuk sistem perdagangan tradisional dapat kembali berjalan seperti sebelum pandemi Covid-19.
Meskipun tidak dapat kembali seperti dahulu, pengusaha ataupun koperasi yang ada di Krayan ini dapat juga berbisnis dengan badan koperasi yang ada di Ba Kelalan Malaysia lebih dari satu Koperasi sehingga tidak ada monopoli perdagangan dan permainan harga.
“Jadi mereka berharap kesempatan nantinya ada koperasi lain juga yang dapat memasok barang dari Malaysia jadi tidak hanya satu koperasi saja, itu yang diharapakan mereka,” jelasnya.
Sehingga dengan nantinya koperasi yang memasok barang dari Malaysia lebih dari satu koperasi dapat menjaga kestabilan harga dan perdagangan dapat berjalan dengan persaingan yang sehat.
Terpisah, Lmaucan, seorang masyarakat Krayan yang turut mengikuti pertemuan tersebut mengatakan setelah adanya diskusi yang cukup panjang berlangsung dari pukul 13.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita, akhirnya apa yang diinginkan masyarakat selama ini untuk jalan segera dibuka telah disepakati.
“Dalam pertemuan tadi, kami dari pihak yang tidak setuju adanya blokade jalan tersebut sudah menyerahkan kepada pak Danrem berupa tanda tangan masyarakat sekitar 300 tanda tangan bahwa masyarakat tidak setuju dengan adanya blokade jalan tersebut,” ujar Lmaucan.
Dikatakannya, dengan dibuka kembali jalan untuk perlintasan, warga bisa kembali melakukan kunjungan antar masyarakat Indonesia Long Midang dan Ba Kelalan, Malaysia untuk keperluan emergency maupun kunjungan keluarga biasa.
“Dua Minggu yang lalu memang sudah sempat dibuatkan tangga untuk perlintasan orang, tapi kita bisa lihat sendiri tangga tersebut seolah tidak layak untuk dilalui apa lagi untuk keperluan emergency orang yang sakit,” ungkapnya.
Selian itu, terkait jalur perdagangan yang belum diperbolehkan untuk dilalui, Lmaucan berharap pihak yang melakukan blokade segera melakukan pertemuan dengan pihak Koperasi Ba Kelalan Malaysia agar segera mendapatkan hasil kesempatan.
“Kita sebagai masyarakat biasa hanya berharap semoga pertemuan nantinya ada kesempatan agar perdagangan bisa segera kembali dilewati juga karena saat ini kita sangat kesusahan material bangunan.” Pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Matthew Gregori Nusa







