Polsek Sesayap Dukung Pembangunan Puspem, Asal Tak Meninggalkan Persoalan Hukum

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Rencana pembangunan Pusat Pemerintah (Puspem) Kabupaten Tana Tidung (KTT) mendapat dukungan positif oleh berbagai elemen masyarakat. Tak terkecuali, Polsek Sesayap Hilir, yang turut mendukung rencana tersebut.

Kapolsek Sesayap Hilir, IPDA Agung Wahyudi menyampaikan sejak dimekarkan menjadi kabupaten paling bungsu di Provinsi Kaltara, KTT belum memiliki Puspem.

“Sebenarnya sangat miris, karena sudah 15 tahun berdiri. KTT belum memiliki Puspem atau tata bangunan OPD yang layak,” Kata Agung Wahyudi saat dihubungi benuanta.co.id, Kamis 28 Juli 2022.

Meski mendukung, namun Kapolsek mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung agar tak salah mengambil kebijakan dalam persoalan lahan dengan masyarakat.

Menurutnya Pemkab harus melakukan identifikasi data lahan yang ada di Lokasi pembangunan Puspem, sebelum benar-benar memulai proses pembangunannya.

“Harus didata dengan betul-betul, karena jangan sampai tujuan baik terkait pembangunan Puspem akan tercederai dengan persoalan lahan dari masyarakat,” ujarnya.

Jika nantinya proses identifikasi lahan sudah selesai dilakukan, maka Kapolsek berharap Pemkab dapat menyelesaikannya tanpa meninggalkan tuntutan atau permasalahan dari masyarakat yang mengklaim memiliki lahan di lokasi pembangunan Puspem.

“Artinya semua proses pembangunan yang melibatkan masyarakat, tidak boleh meninggalkan cacat di masyarakat,” ungkapnya.

“Jadi baik Pemkab ataupn pemerintah pusat yang terlibat, harus mencarikan solusi terbaik, agar tidak meninggalkan persoalan hukum dikemudian hari,” tandasnya.

Di sisi lain, Kepala Desa (Kades) Seludau, Rustam menuturkan pada dasarnya masyarakat tidak pernah menolak adanya rencana pembangunan Puspem.

Menurutnya masyarakat sangat setuju adanya pembangunan Puspem, namun dengan catatan Pemkab juga harus mengutamakan hak dari masyarakat yang memiliki lahan di sekitaran lokasi Puspem.

“Intinya hak dari masyarakat jangan dikesampingkan, karena ada banyak masyarakat yang khawatir akan kehilangan mata pencaharian disini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *