oleh

LCS IMPLEMENTASI DIFERSIVIKASI MATA UANG

Oleh:

Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,M.M
Dosen STIE Bulungan Tarakan
Anggota Forum Komunikasi Akademisi Penulis Populer Kebijakan Bank Indonesia

SEIRING inovasi, teknologi, dan berkembangnya perspektif pembayaran lintas Negara yang efisien, diikuti pula perubahan system pembayaran yang signifikan. Namun saat ini masih terdapat beberapa tantangan, seperti biaya masih tinggi, akses terbatas, tidak transparan, dan cenderung lambat. Tentunya hal tersebut juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Maka diperlukan terobosan teknologi, regulasi, dan kerjasama antar Negara agar dapat meningkatkan serta memperkuat ekonomi digital yang lebih inklusif. Dan diharapkan akan lebih bermanfaat bagi masyarakat, Negara, serta industry. Untuk mendukung hal ini, maka diperlukan perwujudan pembayaran lintas Negara yang murah, cepat, transparan, aman, serta mudah diakses

Bank Indonesia selaku Bank sentral telah mengambil langkah dan mendorong transaksi pembayaran lintas Negara khususnya di ASEAN. Local Currency Settlement (LCS) merupakan penyelesaian pembayaran transaksi lintas negara, saat ini Indonesia masih secara bilateral antara dua Negara yang dilakukan dalam mata uang masing-masing Negara, dimana settlement transaksinya dilakukan di dalam yuridikasi Negara masing – masing. Dengan kata lain LCS adalah penyelesaian transaksi bilateral oleh pelaku usaha di Indonesia dan Negara mitra dengan mata uang masing-masing Negara.

Penerapannya tentu mengacu pada kerjasama yang dilakukan Bank Indonesia dengan bank sentral Negara lain atau Negara yang bekerjasama dengan Bank Indonesia. Selama ini Bank Indonesia telah bekerjasama dengan Bank sentral Malaysia, Thailand, Tiongkok, dan Jepang. Harapannya melalui kerjasama ini, transaksi ekonomi antar Indonesia dengan Negara-Negara tersebut tidak lagi tergantung terhadap dolar AS.

Adapun jenis transaksi yang masuk dalam LCS seperti:

– Kegiatan perdagangan dan jasa, penerimaan dan pembayaran import/eksport

– Transaksi pendapatan primer, penerimaan dan pembayaran kompensasi tenaga kerja serta pendatan investasi.

– Transaksi pendapatan skunder termasuk remitasi, penerimaan dan pembayaran pemerintah/sector lainnya kecuali hibah, hadiah, donasi dan sejenisnya.

– Investasi langsung, dengan batas minimal kepemilikan ekuitas 10%.

Tujuan dari pada LCS adalah mendorong penggunaan mata uang local dalam transaksi kegiatan investasi dan perdagangan antara Indonesia dengan Negara mitra, sehingga dalam transaksi tersebut tidak lagi tergantung pada Dolar AS, namun lebih mengunakan uang local dimana transaksi tersebut dilakukan. LCS salah satu wujud implementasi difersivikasi mata uang dan tak tergantungan dengan mata uang Dollar, sehingga memberikan dampak kepada sector yang lebih luas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, baik itu terhadap UMKM, Negara, dan industry.

Konektivitas pembayaran ASEAN saat ini meski masih bersifat bilateral, namun telah memberikan dampak yang positif terhadap dunia usaha masing-masing Negara. LCS wujud implementasi difersivikasi mata uang dan mengurangi ketergantungan pada mata uang Dollar mengalami. Data dari Dana Monoter International ( International Monetary Fund/IMF) menunjukan bahwa bank sentral di seluruh dunia memiliki porsi cadangan devisa dalam bentuk dolar AS mengalami penurunan menjadi 59% di kuartal IV-2021. Kuartal sebelumnya juga telah mengalami penurunan, dimana porsi dolar AS dalam cadangan devisa sebesar 60,5%, artinya mengalami penurunan sebesar 1,5 %.

Penurunan porsi tersebut diperkirakan adanya akibat kompetisi dengan mata uang lainnya yang digunakan bank sentral dalam transaksi international. Penurunan tersebut juga dapat mengindikasikan bank sentral secara bertahap mengurangi ketergantungannya terhadap dolar AS.

Diharapkan ke depan konektivitas pembayaran lebih diperluas menjadi multilateral karena kolaborasi merupakan tonggak yang penting untuk mewujudkan inisiatif yang dilakukan dalam mendorong pemulihan ekonomi dan integrasi keuangan kawasan semakin kuat bagi kemanfaatan masyarakat.(*)

Klik link Video di Bawah👇

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 + sixteen =