BKSDA Curiga Populasi Buaya Meningkat di Perairan Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Kejadian penerkaman buaya yang kerap memakan korban di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), disinyalir Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim terjadi peningkatan populasi buaya di perairan.

Merespon insiden warga Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Nunukan yang tewas dimangsa buaya beberapa hari lalu, Kepala Seksi Wilayah Konservasi I BKSDA Kaltim, Dheny Mardiono mengaku prihatin.

BKSDA Kaltim yang menaungi wilayah Kaltara ini langsung berusaha ingin mengetahui jumlah populasi atau daya dukung dari sungai-sungai yang sering terjadi pemangsaan buaya.

“Apakah memang populasi buaya tersebut melebihi daya dukungnya? Tapi sampai hari ini kami belum bisa melakukan kegiatan penelitian, karena membutuhkan biaya yang besar,” ujar Kepala Seksi Wilayah Konservasi I, Dheny Mardiono kepada benuanta.co.id, Rabu sore (27/7/2022).

Baca Juga :  Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari 

Fenomena maraknya keganasan buaya ini, menurut Dheny perlu dilakukan riset dan kajian ilmiah guna menilai apakah populasi buaya di sungai tersebut harus dikurangi populasinya,  atau serangkaian tindaklanjut lainnya.

Meski dirasa penuh tantangan untuk melangsungkan penelitian di beberapa sungai yang kerap memakan korban, namun BKSDA menduga kuat penyebab pemangsaan buaya ini akibat peningkatan jumlah populasi predator itu.

Baca Juga :  Belum Ada Instruksi Pemutihan Pajak Kendaraan, Bapenda Dorong Kepatuhan Warga

“Kalau melihat sering terjadi kemunculan buaya yang melebihi dari tahun-tahun sebelumnya, maka menunjukkan populasi buaya yang meningkat. Itu secara kasat mata, tapi kan perlu ada penelitian dan kajian ilmiahnya,” urai Dheny.

Selain itu, hal kuat yang mensinyalir tingginya populasi buaya di perairan Kaltara yakni sifat buaya sebagai predator yang mempengaruhi rantai makanan di perairan.

“Karena buaya itu kan predator puncak ya, dia (buaya) tidak ada yang memangsa kecuali buaya itu masih kecil. Tapi kalau sudah dewasa, dia sudah menjadi predator puncak otomatis karena tidak ada yang mangsa, populasinya terus meningkat,” dugaannya.

Baca Juga :  HPN 2026 di Kaltara: Perkuat Sinergi Pers, Pemerintah, dan Masyarakat untuk Daerah Maju dan Berkelanjutan

Mengenai sifat buaya, Dheny menyebut buaya memang memiliki rasa dan daya untuk menyerang apabila terganggu. “Jadi satwa liar pada umumnya, akan menyerang apabila dia terdesak dan kaget. Kedua, memang ada beberapa jenis sifat buaya selalu menyerang. Jadi sebenarnya buaya itu tidak semua selalu menyerang,” tutupnya. (*)

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *