Titik Rawan Masuknya Narkoba di Nunukan Melalui Wilayah Ini

benuanta.co.id, NUNUKAN – Wilayah Perbatasan rentan terhadap peredaran gelap narkoba. Sebab itu perlu penanganan khusus untuk mencegahnya. Satgas Pamtas RI-Malaysia YonArmed 18/Komposit selama bertugas di wilayah Kabupaten Nunukan, secara masif melakukan patroli wilayah yang dianggap sangat rawan masuknya narkoba maupun barang ilegal lainnya.

Pasi Intel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 18/Komposit, Lettu Arm Rizky Kurnia Haqiki mengatakan, jalur tikus yang ada mulai Nunukan, Sebatik, Seimanggaris, Sebuku, Krayan dan juga di wilayah Malinau.

“Kami lebih fokus pengawasan itu di wilayah Sebatik dan Seimanggaris karena wilayah itu sering terjadi kegiatan penyeludupan baik itu narkoba, pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal serta barang ilegal yang sangat membahayakan, kata Rizky, kepada benuanta.co.id, Ahad, 24 Juli 2022.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Resmikan Rumah Adat Suku Dayak Tenggalan di Kabupaten Nunukan

Dengan melakukan patroli dianggap paling efektif dengan waktu yang berbeda, tidak rutin terjadwalkan dikawatirkan bisa terbaca oleh pelaku tindak kejahatan. Kata Rizky, ketika nanti menyerah terima Satgas Pamtas RI-Malaysia pengganti yang baru akan bertugas di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

“Kami akan menyampaikan jalur yang sering digunakan oleh pelaku kejahatan tempat perlintasan, sehingga mereka dapat melakukan pencegahan sebelum masuk di Kalimantan Utara ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Peresmian Rumah Adat Suku Dayak Tenggalan Diramaikan Tarian Yanti Pulu

Menurutnya paling rawan masuknya narkoba di wilayah Sebatik dan Seimanggaris, baik jalur darat maupun laut. Pada bulan Februari 2022 seminggu secara berturut-turut berhasil diamankan atau diungkapkan oleh aparat, jika melihat peristiwa itu menandakan secara intensnya pengiriman barang haram tersebut dari negara tetangga.

“Walaupun kita sudah berusaha keras untuk memberantas ternyata tetap ada yang masih mencoba masukkan barang tersebut ke wilayah negara kesatuan republik Indonesia,” terangnya.

Baca Juga :  Pastikan Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran, Damkar Nunukan Cek Apar di Kampung Nelayan 

Pelaku kejahatan penyeludupan narkoba ini adalah merupakan warga Negara Indonesia sendiri, menurut Rizky tingkat kesadaran nasionalisme sangat rendah, karena terbukti pelaku kejahatan itu berupaya mencari keuntungan dengan dengan mengabaikan keselamatan dan keamanan bagi warga negara Indonesia yang lebih luas, jadi mereka warga negara kita tapi meracuni warga negara sendiri. Sehingga perlu kembali menumbuhkan rasa nasionalisme dan rasa kebangsaan agar mereka itu tidak lagi berupaya mencari keuntungan tapi mengorbankan orang banyak. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *