benuanta.co.id, BULUNGAN – Serikat Pemuda Jawa (SPJ) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terbentuk melalui Musyawarah Besar (Mubes) Ke-I pada tanggal 9 Januari 2022 lalu yang diketuai oleh Wiwit Susanto. Menjadi organisasi kemasyarakatan yang berisikan para pemuda Jawa dari berbagai latar belakang, pada hari ini dikukuhkan.
Pengukuhan di hadiri langsung oleh Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, Bupati Bulungan Syarwani, para sepuh dan tokoh masyarakat Jawa, Sekprov Kaltara Suriansyah, Wakil Walikota Tarakan Efendi Juprianto, Wakil Bupati Tana Tidung Hendrik dan undangan lainnya.
Dimana pengukuhan pengurusan SPJ Kaltara ini langsung dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina SPJ Kaltara, Risdianto yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan.
Ketua SPJ Kaltara Wiwit Susanto mengatakan pengukuhan pengurus yang mencapai 60 orang dirangkaikan dengan silaturahmi warga Jawa yang ada di Provinsi Kaltara yang disemarakkan dengan ragam hiburan rakyat.
“SPJ merupakan organisasi yang menjadi wadah kepemudaan warga Jawa di Kaltara. Saya harapkan organisasi ini bisa menjadi wadah aspirasi generasi muda. Termasuk sarana menyalurkan potensi yang mereka miliki,” ucap Wiwit Susanto kepada benuanta.co.id, Ahad 24 Juli 2022.
Kata dia, SPJ menganut semangat gotong royong dengan prinsip Sembodo Ing Karyo. Dengan pengukuhan ini dapat menjadi momentum untuk pengurus menjalankan program dan kerja organisasi.
“SPJ ini memiliki 7 bidang dalam struktur kepengurusannya. Saya harapkan di masing-masing bidang bisa memberikan program kerja nyata. Tidak perlu terlalu banyak, yang penting bisa dilaksanakan,” paparnya.
Wiwit menuturkan SPJ sebagai organisasi yang baru lahir, agar tetap eksis dan tidak mati suri maka semua pengurus harus bekerja keras untuk memutar roda organisasinya. Hal itu dapat terlaksana jika dilakukan secara bersama-sama dan gotong-royong.
“Kita memiliki tugas menjaga SPJ dari mati suri setelah kelahirannya. Secara teknis, sejumlah upaya akan diimplementasikan untuk itu pertama, merancang jadwal kegiatan dari masing-masing bidang,” jelasnya.
Kemudian pihaknya akan membentuk sub organisasi badan usaha untuk membantu menyokong roda organisasi secara berkelanjutan. Lanjutnya, semangat dari pengurus mengembangkan budaya, pihaknya akan berusaha kerjasama dengan berbagai pihak untuk selenggarakan festival.
“Lalu acara lain yang menumbuhkan perekonomian. Dengan program yang tidak terlalu banyak namun terlaksana, saya yakin SPJ bisa tetap berjalan dan hidup,” terang Wiwit.
Hadirnya SPJ salah satu tujuannya untuk mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Pasalnya SPJ juga menganut salah satu pepatah yakni Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung.
“Pepatah itu harus diterapkan. Jadi ketika pemuda Jawa berada di Kaltara, harus ikut membangun dan memajukan daerah ini,” ujarnya.
Terlebih di Kaltara hadir beberapa megaproyek diantaranya pembangunan kawasan industri dan pelabuhan internasional (KIPI) Tanah Kuning Mangkupadi, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kecamatan Peso, kota baru mandiri (KBM) dan Kaltara sebagai penyangga Ibukota Negara (IKN) Nusantara.
“Saya harap pemuda Jawa memahami jika mereka bagian motor penggerak pembangunan. Sehingga kapasitas dan kompetensi mereka harus senantiasa ditingkatkan,” bebernya.
Hadirnya SPJ di Kaltara, dirinya meminta untuk berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan lainnya. SPJ dipastikan siap bersinergi dan bekerjasama di berbagai bidang, utamanya dalam mendukung kemajuan pembangunan daerah.
“Saya berpesan seluruh pengurus tetap semangat dan kompak, tetap menerapkan prinsip Sembodo Ing Karyo untuk lebih membesarkan nama dan peran SPJ,” pungkasnya.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







