benuanta.co.id, NUNUKAN – Dikabarkan hilang sejak Jumat, 22 Juli lalu, La Upa (52) warga Sebakis Sungai Merah, Kecamatan Nunukan dikabarkan hilang saat memukat ikan di Sungai Rahayu. Hingga kini belum di ketahui keberadaannya.
Kepala kantor Pencarian Dan Pertolongan Tarakan Syahril mengatakan, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Tim Rescue Pos SAR Nunukan, BPBD Nunukan, PT. SIL, Satbrimobda Polda Kaltara, masyarakat dan nelayan setempat telah melakukan pencarian hari pertama disekitar lokasi kejadian perkara.
“Pencarian hari pertama sudah kita dilakukan kemarin namun hasilnya masih nihil, korban belum kita temukan,” ujar Syahril kepada benuanta.co.id, Ahad,(24/7/2022).
Syahril mengatakan dihari kedua pencarian ini Tim SAR Gabungan akan kembali ke lokasi kejadian perkara untuk melakukan penyisiran di sekitar sungai Rahayu untuk mencari La Upa.
“Tim Gabungan sudah berangkat ke lokasi kejadian perkara sekitar pukul 07.00 Wita pagi tadi,” katanya.
Dikatakannya, area yang akan dilakukan penyisiran oleh Tim SAR akan difokuskan di pinggir-pinggir sungai Rahayu yang radiusnya di perpanjangan hingga 500 meter atau 1 kilometer dari LKP.
Terkait dugaan-dugaan yang muncul ditengah masyarakat yang mengatakan La Upa di terkam buaya, hal tersebut Tim SAR belum bisa memastikan informasi tersebut.
“Kita belum bisa memastikan informasi tersebut, karena terkadang dilapangkan saat kita melakukan pencarian kadang memang ada yang benar kadang juga tidak,” ungkapnya.
Untuk masyarakat setempat yang memastikan bahwa korban diterkam buaya, mereka melakukan pencarian dengan cara mereka sendiri. Sedangkan untuk Tim SAR melakukan pencarian dengan menyisir sungai tempat korban hilang.
“Kita juga dibantu oleh PT. SIL untuk melakukan pencarian, kita di backup oleh mereka. Jadi nanti Tim Gabungan akan kita bagi ada yang menyisir pinggiran sungai dan ada yang ditengah sungai,” ungkapnya.
Selain itu, berdasarkan SOP pencarian orang hilang dilaksanakan selama tujuh hari oleh Tim SAR, namun jika dalam masa pencarian hari pertama hingga hari ke tujuh korban belum di temukan maka operasi pencarian akan ditutup.(*)
Reporter : Novita A.K
Editor : Ramli







