Hilang Misterius di Sungai Rawan Buaya, La Upa Belum Juga Ditemukan 

benuanta.co.id, NUNUKAN – Hilangnya La Upa (52) di Sungai Rahayu Kecamatan Sebakis Kabupaten Nunukan, hingga kini masih menjadi tanda tanya. Padahal, barang-barang milik korban ditemukan di sekitaran sungai tersebut.

Hari kedua pencarian oleh Tim SAR gabungan bersama masyarakat setempat belum juga membuahkan hasil sejak hilang secara misteriuspada Jumat (22/7/2022) lalu.

Dugaan demi dugaan, bisa saja mengundang asumsi masyarakat. Namun lagi-lagi berbagai pihak belum dapat memastikan penyebab tersebut.

Lebih rinci, warga juga kembali teringat jika di sekitar Sungai Rahayu sebelumnya kerap menelan korban akibat keganasan buaya.

Baca Juga :  Musim Buah Lokal di Krayan, Masyarakat Tak Dapat Jual ke Luar Daerah Akibat Akses Sulit

“Untuk indikasi penyebab hilangnya korban belum bisa disimpulkan. Tapi dari temuan di pinggir sungai, menunjukkan jaring yang dipasang kondisi robek-robek,” ujar warga Kecamatan Sebakis, Indra kepada benuanta.co.id, Ahad (24/5/2022).

Indra yang sejak awal kerap bersama Tim SAR melakukan pencarian La Upa, menguraikan di sekitar sungai tersebut pernah diwarnai insiden seekor buaya yang menerkam warga.

Peristiwa itu kata Indra terjadi pada tahun 2021 silam. Namun juga dalam ingatannya, ia beberkan kejadian serupa seringkali dialami warga Kecamatan Sebakis.

“Pernah tahun lalu ada seorang warga diterkam buaya, tapi tidak di lokasi yang sama, tapi masih di sekitar sungai yang sama, dengan jarak sekitar 500 meter dari kejadian tahun lalu,” tambah Indra.

Baca Juga :  Tim Patroli Polres Nunukan Bubarkan Aksi Balap Lari di Jalan Antasari

Kejadian keganasan buaya yang terakhir pada 2021 lalu di sekitar sungai tepat La Upa hilang, menurutnya perlu menjadi perhatian serius semua pihak yang berwenang.

Menurutnya, kondisi Sungai Rahayu sangat rawan bagi warga dan nelayan apabila terus terjadi insiden tragis akibat hewan reptil tersebut.

“Di sekitar Sungai Sebakis ini memang rawan, hampir setiap tahun ada korban keganasan buaya. Untuk lokasi hilangnya korban (La Upa) saat ini masih di sekitar lokasi korban buaya tahun 2021 lalu,” tutupnya.

Baca Juga :  Konsulat RI-Tawau Fasilitasi Dokumen Paspor bagi 870 PMI di Malaysia

Sebelumnya, La Upa dikabarkan hilang sesaat hendak menjala ikan di sungai. Korban ini diketahui dalam keadaan sendiri saat mencari ikan.

Menuju waktu petang pada Jumat lalu, keluarga pun cemas La Upa belum kembali dan berusaha menyusul dirinya di sungai, namun tak terlihat sedikitpun keberadaannya kecuali barang-barang miliknya. (*)

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *