benuanta.co.id, TARAKAN – Kondisi kesehatan di dalam tahanan atau penjara tentu menjadi hal yang harus diperhatikan oleh pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Oleh karena itu, keberadaan tenaga medis dinilai cukup dibutuhkan di Lapas Kelas II A Tarakan
Kepala Lapas Kelas II A Tarakan, Arimin menjelaskan meski sejauh ini belum ada dokter khusus yang disiapkan untuk menangani narapidana yang sakit, pihaknya selalu mengusulkan setiap tahunnya ke pusat.
“Nah kami punya perawat yang tetap 1 orang, yang Bantuan Kerja Operasional (BKO) 1 orang dan kontrak 1 orang,” sebutnya, Sabtu (23/7/2022).
Ia menegaskan, bahwa keberadaan dokter di Lapas Tarakan sangat dibutuhkan dan ia berharap bahwa pemerintah Kota Tarakan juga dapat memberikan dukungan terhadap keberadaan dokter di Lapas Tarakan.
“Sebelumnya kita sudah komunikasi juga ke Dinas Kesehatan, supaya kita diberikan dokter lah namun sampai saat ini kita juga sudah koordinasi dengan pemerintah daerah terkait pelayanan kesehatan dan alhamdulillah berjalan baik,” beber Arimin.
Saat ini, Arimin mengaku belum mendapatkan respon dari pemerintah pusat, padahal menurutnya warga binaan berhak mendapatkan fasilitas kesehatan layak meski berada dari balik jeruju besi.
Lanjut, untuk pemeriksaan kesehatan harian, ia mengatakan bahwa setiap hari pihaknya melakukan.
“Setiap saat juga tim kesehatan kami ada yang piket ada yang jaga,” sebut dia.
Untuk warga binaan yang mengalami penyakit dengan kategori berat, pihaknya selalu mendapatkan rujukan ke rumah sakit milik pemerintah daerah. Selama ini, tidak terdapat kendala saat merujuk warga binaan ke rumah sakit.
“Pembiayaannya kalau yang ada KTP bisa diklaim sama BPJS, kalau yang tidak ada (KTP) kita ada dana untuk kesehatan sudah disediakan sendiri,” pungkas Arimin. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







