Seorang Nelayan KTT Diduga Dimangsa Buaya, Begini Respon Tim SAR

benuanta.co.id, NUNUKAN – Hilangnya seorang nelayan di Sungai Pangkalan Adimitra, Desa Tabur Lestari, entah mengapa menuai terpaan isu telah dimangsa seekor buaya. Namun demikian, Kantor SAR Tarakan mengkonfirmasi hal tersebut sejauh ini belum dapat dipastikan.

Hingga kini, Tim SAR gabungan masih berfokus untuk melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap Samsul (45) di sekitaran sungai yang berada di Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  Musrenbang se-Pulau Nunukan Fokus Pemerataan Infrastruktur dan Penguatan Ekonomi Inklusif

Kantor SAR Tarakan tak ingin cepat menyimpulkan ihwal dugaan buaya yang memangsa Samsul, apalagi, untuk melumpuhkan seekor buaya di sungai tersebut.

“Banyak isu tersebut, tapi kita tidak mengambil kesimpulan,” ujar Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, SE melalui Kepala Seksi Operasi Dede Hariana kepada benuanta.co.id, Jumat pagi (22/7/2022).

Meski begitu, Tim SAR gabungan pun tak menampik akan berbagai kesulitan di lapangan untuk mencari keberadaan nelayan asal KTT itu.

Baca Juga :  Tim Patroli Polres Nunukan Bubarkan Aksi Balap Lari di Jalan Antasari

Dede menguraikan, seputar medan sungai yang begitu banyak pecahan batang pohon dan segelintir resiko lainnya.

“Kendala area yang banyak batang – batang sehingga dapat mengakibatkan terkena RIB kita dalam pencarian. Lalu banyaknya binatang buas,” sambung Dede saat dikonfirmasi pewarta.

Pencarian Samsul pada hari kedua ini, telah dilangsungkan Tim SAR gabungan sejak pukul 07.00 WITA hari ini. Tim SAR memastikan akan memberikan informasi perkembangan yang valid.

Baca Juga :  BP3MI Kaltara Terima Pemulangan Ratusan WNI dari Tawau Malaysia

“Lanjut (pencarian) di hari ke-2 bersama keluarga korban.  Nanti yang memberi keterangan itu Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, SE,” tutupnya. (*)

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *