benuanta.co.id, NUNUKAN – Desa Seri Nanti Kecamatan Sei Menggaris di Kabupaten Nunukan dinyatakan sebagai desa bebas Buang Air Besar (BAB) sembarang atau Open Defication Free (ODF). Setiap rumah sudah memiliki WC masing-masing untuk membiasakan warga di desa ini tidak ke jamban di sungai.
Kepala Puskesmas Sei Manggaris, Akhmad Kurniawan mengatakan, Desa Seri Nanti di tahun 2017 sudah dinyatakan ODF karena di setiap rumah warga sudah menyediakan WC. Atas keberhasilan itu juga penghargaan diberikan oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid.
Untuk mengetahui setiap rumah sudah memiliki WC petugas dari puskesmas Sei Manggaris mendatangi rumah ke rumah warga untuk mengecek secara langsung dan juga berkoordinasi dengan RT setempat apakah WC atau jamban itu digunakan atau tidak.
“Bukan hanya memiliki jamban saja tapi juga harus digunakan dan itu layak,” kata kata Kurniawan, Jumat, 22 Juli 2022.
Pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan lintasan sektor bersama dengan kepala desa, ketua RT, dan tokoh masyarakat se-kecamatan Sei Manggaris, jika ada pembangunan rumah baru diwajibkan dibuat WC, jadi tidak perlu lagi diingatkan.
Sedangkan dari tim medis kesehatan hanya mendorong dan mendukung masyarakat agar hidup sehat, serta di Desa Seri Nanti ini harus memiliki peraturan pemerintah desa (Pemdes) terkait WC.
“Masih harus sadar untuk memiliki jamban masing-masing di rumahnya, jika bingung seperti apa WC-nya bisa datang ke puskesmas menanyakan seperti apa WC yang baik dan layak untuk digunakan,” jelasnya
Melakukan buang air besar sembarangan adalah perilaku ini berpotensi menyebarkan kuman penyakit diare, sebab ada sedikitnya 31 persen balita Indonesia usia 1-12 bulan yang meninggal akibat penyakit tersebut.
“Dengan membangun WC sehat dan mendeklarasikan Desa Bebas BABS atau Open Defecation Free (ODF) di seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Nunukan, salah satunya di Desa Seri Nanti,” ujarnya
Kata Kurniawan, di Desa Seri Nanti ini pihaknya telah melakukan pengecekan rumah ke rumah , semua sudah menyediakan WC setiap rumah, itu menandakan mereka sudah menyadari buang air besar tidak sembarang lagi.
“Strategi ini diharapkan dapat menurunkan kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti diare, ISPA, leptosipirosis, stunting, dan penyakit lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku,” ujarnya.
Dia berharap agar masyarakat tetap mempertahankan desa bebas buang air besar (BAB), dia juga berpesan jika ada rumah yang baru dibangun harus menyediakan WC. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







