benuanta.co.id, BULUNGAN – Melihat cakupan pelaksanaan Bulan Imunisasi Nasional (BIAN) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang belum mencapai target. Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat (PKK) Provinsi Kaltara pun melakukan pertemuan evaluasi percepatan BIAN.
Kegiatan terlaksana atas kerja sama United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) dengan TP-PKK Provinsi Kaltara untuk strategi percepatan pelaksanaan BIAN di Provinsi Kalimantan Utara.
Pelaksanaan BIAN yang dilaksanakan di Provinsi Kaltara sampai dengan saat ini cakupannya baru mencapai 70 persen dari target yang telah di tetapkan sebesar 95 persen.
Ketua TP-PKK Provinsi Kaltara Rachmawati Zainal melalui Ketua Bidang Peningkatan Karakter Keluarga, Dra Arsanah mengatakan salah satu yang diperlukan dalam meningkatkan cakupan BIAN adalah keterlibatan dan peran aktif stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh agama dalam memberikan edukasi dan juga dukungan media komunikasi agar masyarakat dapat menerima informasi yang benar dan akurat.
“BIAN yang dikolaborasikan dengan pelaksanaan kejar imunisasi bertujuan untuk mengeliminasi penyakit campak dan mengendalikan penyakit Rubella,” ucap Arsanah kepada benuanta.co.id, Senin 18 Juli 2022.
Kata dia, imunisasi sangat penting diberikan kepada anak, agar memiliki daya tahan tubuh kuat dan lebih bagus serta kebal dari berbagai macam penyakit yang akan menyerang di masa mendatang.
“Tentunya para orang tua sudah memberikan kekebalan itu melalui imunisasi kepada anak-anaknya. Jika yang belum agar membawa anaknya ke fasilitas pelayanan kesehatan atau pos pelayanan imunisasi agar mendapatkan imunisasi rutin,” paparnya.
Dia menjelaskan jika imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya. Sehingga anak ini lebih cepat dan produktif, dimana manfaat imunisasi itu sendiri lebih besar daripada dampak yang ditimbulkan.
“Ini relatif murah dibandingkan mereka terkena penyakit berbahaya saat sudah dewasa. Saat sudah sakit maka biayanya sudah mencapai jutaan rupiah apalagi masuk ke ICU bisa mencapai puluhan juta,” beber Arsanah.
Dengan terlaksananya BIAN, dirinya berharap terbentuknya kekebalan tubuh dan dapat mengeliminasi penyakit campak dan Rubella serta aksi ini dapat mempertahankan status Indonesia bebas polio. Lalu mempertahankan eliminasi status pada ibu hamil dan anak baru lahir serta mengendalikan penyakit Difteri dan Pertusis. Target imunisasi yang telah dicanangkan dapat mencapai 95 persen di Provinsi Kaltara.
“Kita harapkan setelah pertemuan ini semuanya dapat mendukung sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya imunisasi, sehingga masyarakat memahami manfaat dan berpartisipasi aktif melakukan imunisasi bagi putra putrinya,” terangnya.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







