Dialihkan ke Perusahaan Swasta Solusi Alternatif Tenaga Honorer

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Rencana penghapusan tenaga honorer secara nasional dikhawatirkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Tidung.

Pasalnya, wakil rakyat itu menilai akan menambah jumlah pengangguran yang ada di KTT, mengingat jumlah tenaga honorer yang ada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung saat ini mencapai 900 orang.

Wakil Ketua I DPRD KTT, Samoel pun ingin agat Pemkab KTT agar bisa segera mencarikan solusi terkait nasib tenaga honorer.

“Entah membuat program koperasi untuk opinjaman usaha, atau mengalihkan mereka ke perusahaan swasta. Intinya jangan sampai mereka putus rejeki akibat adanya kebijakan ini,” kata Samoel, Senin 18 Juli 2022.

Dialihkannya para tenaga honorer ini sebagai karyawan swasta menurut Samoel bisa menjadi salah solusi alternatif, jika kebijakan penghapusan tenaga honorer benar-benar diberlakukan.

“Perusahaan swasta di KTT ini cukup banyak, setidaknya mereka bisa diajak kerja sama untuk mengambil para tenaga honorer kita dengan menyesuaikan kebutuhan dan keterampilan mereka,” ujarnya.

“Intinya jangan sampai tenaga honorer kita ini menjadi pengangguran. Karena bagaimanapun, nasib mereka tidak boleh kita biarkan mengantung,” tandasnya.

Sementara itu Seketaris Daerah (Sekda) Said Agil menerangkan saat ini Pemkab KTT masih menunggu adanya petunjuk teknis dari Kemenpan RB, terkait lanjutan kebijakan penghapusan tenaga honorer ini.

Berdasarkan surat edaran terbaru Kemenpan RB, Said menyebut tenaga honorer ini bisa saja dialihkan sebagai ahli daya.

“Masalahnya petunjuk pengalihan ke ahli daya ini seperti apa, apakah outsourcing atau seperti apa dan jika outsourcing jumhlah dan batasannya seperti apa, regulasi inilah yang masih kita tunggu,” tandasnya. (*)

Reporter : Osarade

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *