benuanta.co.id, BULUNGAN – Kondisi Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Provinsi Kaltara masih jauh dari target nasional yakni 95 persen. Untuk mencapainya maka perlu dilakukan upaya dukungan, dimana angka yang saat ini baru 70 persen dapat dituntaskan menjadi 95 persen di tanggal 29 Juli 2022 mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara, Usman mengatakan dukungan itu sendiri telah dilakukan oleh Gubernur Kaltara dengan diterbitkan Surat Edaran pelaksanaan BIAN yang ditujukan kepada pemerintah kabupaten kota.
“Dukungan lain juga sudah ada dari TP-PKK Provinsi Kaltara, Kemenag Provinsi Kaltara dan Sekretaris Daerah Provinsi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kaltara,” ujar Usman kepada benuanta.co.id, Senin 17 Juli 2022.
Dia menjelaskan untuk mencapai target imunisasi ini akan dilakukan beberapa upaya. Di antaranya melakukan rencana aksi di beberapa instansi seperti Disdikbud, Dinkes dan Kemenag yang ada di kabupaten kota.
“Itu akan ada pemetaan wilayah yang masih rendah. Salah satunya di Kabupaten Nunukan, itu ada beberapa kecamatan. Wilayah yang masih rendah, itu kita bisa melakukan sweeping dengan mendatangi rumah ke rumah,” tuturnya.
Percepatan pelaksanaan BIAN ini dilakukan karena kondisi imunisasi di Indonesia saat ini salah satunya ada komitmen global eliminasi Campak dan Rubela tahun 2023. Kemudian terjadi penurunan cakupan imunisasi rutin selama pandemi Covid-19. Sebagian besar provinsi berstatus risiko tinggi dan sangat tinggi untuk transmisi Campak-Rubela.
“Telah terjadi peningkatan kasus campakrubela dan merata di semua provinsi. KLB Campak-Rubela sudah terjadi di beberapa wilayah seperti Yahukimo, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Situbondo, Barru, Kota Ambon, Kota Kotamobagu, Kota Batu, Bireuen, Kota Sibolga dan lainnya,” sebutnya.
Kata dia, ada 2 kategori vaksin yakni imunisasi kejar seperti OPV, IPV, DPT-HB-Hib dan imunisadi tambahan untuk usia 9 sampai 59 bulan, usia 5 sampai kurang dari 7 tahun dan usia 7 sampai kurang dari 12 tahun.
“Sasaran BIAN di Kaltara mencapai 123.314 orang, dengan rincian Malinau sebanyak 15.812 orang, Bulungan sebanyak 31.446 orang, KTT sebanyak 5.168 orang, Nunukan ada 27.109 orang dan Tarakan sebanyak 43.759 orang,” tuturnya.
Sementara untuk cakupan imunisasi yang terus kejar sampai 17 Juli 2022 yakni imunisasi OPV sebesar 43,40 persen, imunisasi IPV sebesar 33,26 persen dan imunisasi DPT-HB-Hib sebesar 46,32 persen dari target 80 persen.
Kemudian cakupan imunisasi tambahan pertanggal 17 Juli 2022, di usia 9 sampai 59 bulan sebesar 55,73 persen, usia 5 sampai 7 tahun sebesar 67,11 persen dan usia 7 sampai 12 tahun sebesar 73,17 persen dari target sebesar 95 persen.
“Cakupan imunisasi campak Rubella di Kaltara baru 67,36 persen. Dengan rincian Tarakan sebesar 62,01 persen, Nunukan 74,91 persen, KTT sebesar 51,26 persen, Bulungan sebesar 73,38 persen dan Malinau sebesar 62,52 persen,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Yogi Wibawa







