Ayo Buruan! Disnaker Tarakan Buka Kuota Magang Gratis ke Jepang

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tarakan akan mengadakan program rekruitment pemagangan ke negeri Sakura. Magang ke negara Jepang ini dipastikan tidak dipungut biaya sama sekali karena tak melalui pihak ketiga.

Kepala Disnaker Tarakan, Agus Sutanto menjelaskan pihaknya akan melakukan sosialisasi pada 23 Juli 2022.

“Ini dari Kementrian Ketenagakerjaan langsung yang mana Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan langsung yang akan sosialisasi ke masyarakat,” bebernya saat ditemui, Minggu (17/7/2022).

Dalam hal ini pihaknya mengundang ratusan peserta untuk mengikuti sosialisasi magang tersebut. Peserta yang diundang pihaknya berasal dari SMK, perguruan tinggi, ormas pemuda Tarakan, LPM dan pihak kelurahan dengan tujuan dapat memberi informasi kepada masyarakat di sekitar kelurahan.

Baca Juga :  Jaga Tradisi Kue Keranjang Imlek di Tarakan ala Nenek Joanie

“Kalau tidak dapat undangan, tetapi ingin mengikuti sosialisasi juga diperkenankan ikut,” sebutnya.

Adapun pemagangan ke Jepang ini memiliki minimal kuota yang harus dipenuhi di Kaltara minimal 150 peserta, maka pelaksanaan seleksi dapat dilakukan di Tarakan. Agus mengatakan bahwa seleksi nasional akan dilaksanakan pada September di Kota Makassar.

“Jadi bisa datang ke sana (Makassar) kalau kurang dari angka 150 perserta, jadi biaya sendiri ke Makassar,” jelasnya.

Untuk itu, jika proses pendaftaran magang ke Jepang dapat mencapai angka 150 orang se Kaltara, maka hal ini dapat meringankan biaya masyarakat yang ingin magang ke Jepang.

“Tapi mudah-mudahan sampailah. Sedangkan dari lembaga swasta yang melakukan perekrutan magang ke Jepang kemarin, pendaftarnya 40 orang apalagi kalau gratis ini. Lagi pula ini programnya beda, nanti bisa ditanyakan program yang dilaksanakan pemerintah dengan yang dilakukan pihak ketiga,” beber Agus.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Galian C Tarakan Belum Optimal, Kendalanya Kepatuhan Wajib Pajak

Agus melanjutkan, syarat khusus juga diperlukan dalam kegiatan magang ini seperti usia 18 hingga 26 tahun, tinggi badan pria minimal 160 sentimeter, tidak boleh bertato, tidak boleh bertindik dan sebagainya. Proses magang ini akan berjalan 3 hingga 5 tahun. Namun masih dapat diperpanjang jika peserta magang baik.

“Informasinya sebanyak-banyaknya. Kalau 150 orang lolos semua, Insha Allah diberangkatkan semua. Tapi seleksinya sistem gugur, ada tesnya juga seperti tes matematika dasar, fisik dan kesehatan,” papar dia.

Baca Juga :  Satlantas Polres Tarakan Tilang 30 Kendaraan, Sasar Knalpot Brong dan Balap Liar

“Bagitu lulus seleksi, nanti pemberangkatan dari daerah ke Jakarta masih biaya sendiri. Tapi setelah itu sudah tidak keluar biaya lagi, termasuk pelatihan 2 bulan itu gratis sampai ke Jepang,” sambungnya.

Sambil magang, peserta akan mendapatkan penghasilan dan jika kembali ke Indonesia akan mendapat uang modal kerja senilai 600.000 yen atau Rp64.945.040,82 untuk pemagang 3 tahun, 800.000 yen atau Rp86.593.387,76 untuk pemagang 4 tahun dan 1.000.000 yen atau Rp108.241.734,70 untuk pemagang 5 tahun.

“Satu yen itu senilai Rp 105, berarti sekitar Rp 65.000.000. Ini kalau program pemerintah, kalau swasta lain lagi,” tutupnya. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *