Masyarakat Bisa Dapatkan BBM Subdisi Melalui MyPertamina, Begini Penjelasannya

benuanta.co.id, TARAKAN – Desas desus penerapan aplikasi MyPertamina nampaknya akan segera diberlakukan di Kota Tarakan. Namun, aplikasi ini tidak membuat masyarakat harus bermain ponsel di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU).

Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Kalimantan, Susanto August Satria menjelaskan aplikasi MyPertamina ini diperuntukkan bagi masyarakat yang merasa berhak mendapatkan BBM subsidi berupa solar ataupun pertalite.

Dikatakannya, pendaftaran bagi BBM Subsidi Tepat ini dapat diakses langsung di aplikasi MyPertamina dengan mengisi nama kendaraan, dengan menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi perusahaan, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), foto kendaraan serta jenis kendaraan.

“Nanti akan dicocokkan oleh tim dari Pertamina, diproses 14 hari kerja kalau cocok dia (pendaftar) akan mendapatkan barcode yang identik dengan kendaraan tersebut,” jelasnya kepada pewarta, Sabtu (16/7/2022).

Baca Juga :  Jelang Imlek, Polisi Cek Kesiapan Pengamanan di Tempat Ibadah

Ia juga menepis bahwa nantinya akan ada penggunaan ponsel di area SPBU. Nantinya terdapat barcode dan dapat dicetak lalu diletakkan di dalam mobil. Nantinya, barcode tersebut akan menjadi identitas dalam membeli BBM Subsidi.

“Tinggal tunjukan ke petugas, nanti petugas akan scan kalau sesuai petugas akan melayani BBM subsidi, tapi kalau tidak sesuai ya kita akan arahkan membeli BBM non subsidi,” lanjutnya.

Satria mengatakan, bahwa hal ini dilakukan guna membuat penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran, tepat kuota sesuai sengan ketentuan yang berlaku.

Ia juga meluruskan midset masyarakat dalam penggunaan MyPertamina sebelum mengisi BBM subsidi. Dalam hal ini pembayarannya pun tidak dianjurkan menggunakan MyPertamina.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Imbau Warga Jaga Imunitas dan Terapkan PHBS di Musim Pancaroba

“Yang ada hanya pendaftaran menggunakan ponsel itu, kalau setelah dapat barcode bayar nya bisa tunai, bisa pakai aplikasi itu juga, bisa debit juga,” sebutnya.

Meski saat ini masih dalam tahap sosialisasi, ia mengimbau bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan dirinya untuk memperoleh BBM subsidi dipersilahkan untuk mendatangi SPBU terdekat dengan membawa persyaratan.

“Sebentar lagi kita akan minta masyarakat Tarakan agar mendaftar, kita juga akan bicarakan ke pak Wali Kota untuk penerapannya. Mungkin bulan depan kita terapkan,” bebernya.

“Tidak hanya angkutan umum, pribadi bisa. Tapi kita roda empat dulu, nanti akan ada rencana untuk roda dua juga,” lanjutnya.

Saat ini, untuk BBM jenis Pertalite khusus roda dua masih dalam tahap pencocokan data. Nantinya jika ada Perpres yang mengatur peruntukkannya maka akan segera diterapkan.

Baca Juga :  Satlantas Polres Tarakan Tilang 30 Kendaraan, Sasar Knalpot Brong dan Balap Liar

Sejauh ini, untuk hasil evaluasi di wilayah Banjarmasin dikatakan Satria sudah ada sebanyak 2.500 kendaraan yang mendaftar di aplikasi My Pertamina. Ia menyebut bahwa salah satu yang menjadi kendala ialah kesimpangsiuran informasi.

“Misalnya katanya ribet ni harus pakai aplikasi Pertamina padahal tidak seperti itu, yang penting mendaftar dulu lah. Yang berhak itu kalau jenis Solar sesuai dengan aturan, jenis kendaraan roda empat kalau bisa penumpang umum, kemudian roda enam tapi tidak melayani industri, terus ada penumpang umum bus besar itu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *