benuanta.co.id, NUNUKAN – Jenazah seorang warga Desa Wa Yagung, Kecamatan Krayan Timur dipikul sejauh 30 KM dari Kabupaten Malinau. Hal ini terjadi lantaran akses jalan darat yang tak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda empat, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk membawa jenazah dengan cara dipikul bergantian pada Kamis, 14 Juli 2022 lalu.
Perjalanan memikul jenazah ini sempat viral dibeberapa sosial media (sosmed) di Kaltara dan mendapatkan banyak simpati dari berbagai kalangan. Salah seorang warga Krayan, Kornalius Tadem menjelaskan kejadian memikul jenazah ini sudah kerap kali dilakukan warga setempat. Meski beberapa warga Krayan ada yang menyuarakan terkait akses jalan, namun diakuinya respon yang diberikan pemerintah masih kurang.
Lanjut dia, jalan yang dilalui warga saat menggotong jenazah dari Kabupaten Malinau menuju Krayan Timur tersebut sudah tersentuh pembangunan, meski sebatas pembukaan jalan.
Dikisahkan Kornalius, sebelum tutup usia warga Desa Wa Yagung tersebut sebelumnya akan berangkat ke Kabupaten Nunukan menggunakan pesawat. Namun begitu pesawat yang tersedia saat itu hanya tujuan Kabupaten Malinau.
Tak lama berobat di Kabupaten Malinau, warga Desa Wa Yagung tersebut menghembuskan nafas terakhir dan dipulangkan ke kampung halaman melalui jalur darat dengan cara dipikul.
“Persoalannya ada di wilayah Desa Wa Yagung karena akses jalan yang tidak bisa dilewati oleh kendaraan, sehingga warga bergotong royong menggotong jenazah,” jelasnya kepada benuanta.co.id pada Jumat, 15 Juli 2022.
Ia berharap ada perhatian lebih dari pemerintah terkait pembangunan jalan ke depan agar bisa dilalui kendaraan roda empat. Sehingga warga desa sekitar yang hendak berobat ke Kabupaten Malinau dapat melalui jalur darat. (*)
Reporter : Darmawan
Editor : Nicky Saputra







