benuanta.co.id, TARAKAN – Lembaga Latihan Kerja (LLK) Tarakan memperpanjang pendaftaran peserta magang ke Jepang hingga 12 Juli 2022.
Kepala Lembaga Latihan Kerja (LLK) Tarakan, Andi Arfan mengatakan saat ini pendaftar melampaui batas kuota yang disediakan. Hingga saat ini terdapat kisaran 35an pendaftar padahal kuota yang dibuka hanya 20 orang.
Ia juga menyebutkan terdapat perubahan skema pembiayaan yang harus dikeluarkan calon peserta magang.
“Kan sebelumnya diminta sediakan Rp 35 juta per orang itu tetap saja segitu, tapi ada perubahan skema,” sebutnya, Senin (11/7/2022)
Adapun skema yang dimaksud ialah calon peserta magang harus membayar sebesar Rp 7 juta sebagai biaya awal, kemudian sisanya akan dibayarkan setelah menerima kontrak yakni melalui gaji selama peserta magang berada di Jepang.
“Artinya sisanya itu Rp 28 juta yang dibayarkan,” katanya.
Arfan menuturkan, sebelumnya pihaknya melakukan penawaran ke pihak Kebun Teknologi Industri Indonesia (KTII) namun hal itu dikabulkan dengan pergantian skema pembayaran.
“Jadi kita melakukan pertemuan virtual disitulah kami sempat meminta, kalau bisa dikasih turun (biayanya), karena kita tahu uang itu Rp 35 juta itu besar dan target pesertakan kita usia 17 sampai 30 tahun,” beber Arfan.
Selanjutnya, sebelum melakukan kegiatan utama magang di negeri Sakura, pihaknya akan terlebih dahulu membuka kelas belajar bahasa dan budaya Jepang.
“Satu kelasnya, membutuhkan kuota 20 peserta yang akan belajar Bahasa Jepang sebelum melakukan pemagangan selama 1 bulan yang dimulai dari pukul 08.00 hingga 16.00 wita,” urainya.
“Saya ini mengejar bagaimana orang bisa belajar Bahasa Jepang dulu baru budaya Jepang. Nanti akan ada eliminasi calon peserta,” lanjut dia. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







