benuanta.co.id, TARAKAN – Sebanyak 7.000 jatah sertifikat untuk Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diberikan pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tarakan.
Ketua PTSL di BPN Tarakan, Iskandar Zulkarnain mengatakan bahwa PTSL yang ada bukan PTSL murni namun dua jenis, PTSL Partisipasi Masyarakat (PM) dan PTSL ASN.
Adapun pada tahun 2021 lalu, pihaknya sudah memiliki peta bidang dan berkas sehingga tinggal penerbitan sertifikat. Artinya, PTSL-PM dengan jumlah ratusan di tahun 2020 ada yang baru diterbitkan tahun ini.
“Untuk yang tahun 2020 targetnya ada 5.000 sertifikat, kalau menggunakan Pemetaan Bidang Tanah (PBT) tahun 2020, 2021 atau 2020 ke bawah itu 2.000, itu sudah ada PBT juga. Jadi, kami tidak ada pengukuran tahun ini. PTSL hanya mensertifikat yang sudah ada PBT,” urainya, Sabtu (8/7/2022).
Ia melanjutkan tahun 2020 dan 2021 telah ada pembuatan PBT dengan pengumpulan data. Tinggal proses sertifikat yang akan menjadi target tahun ini.
“Sebenarnya dari tahun 2017 sampai sekarang yank kita selesaikan, tahun 2021 itu kita target sertifikat hanya 3.600. Tapi, ternyata peta bidang ada 5.000. Nah setiap tahun kan ada peta bidang baru masuk, makanya ini ditarget untuk sertifikat PBT lama itu yang dari tahun 2017,” jelasnya.
Dikatakannya PBT yang paling mendominasi jumlahnya adalah di sekitar Juata Laut. Namun pihaknya juga terkadang mendapatkan kendala karena dari pihak kelurahan hingga RT tidak mengetahui lahan tersebut milik siapa.
Iskandar menambahkan, kendala dalam penyelesaian sertifikat ini menurutnya terletak pada target yang diberikan.
“Sampai sekarang ini yang jadi prioritas sertifikat di daerah Kelurahan Juata Laut. Jadi, PTSL-PM itu dibiayai pemerintah melalui bantuan luar negeri,” bebernya.
“Kemudian dikuatkan PBT nah paling banyak di Juata Laut. Makanya tahun ini dari target 7.000 sertifikat, paling banyak 5.000 PTSL-PM di Juata Laut. Nah yang 2.000 itu tersebar,” lanjut Iskandar.
Dari target 7.000 sertifikat ini, per 3 Juli sudah ada sekitar 4.645 yang berstatus berkas terkumpul. Kemudian sertifikat sudah jadi sebanyak 1.642. Di antaranya 300 sertifikat berada di Kelurahan Karang Anyar dan sudah diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Tarakan, Khairul sebanyak 100 sertifikat.
“Ada juga masyarakat Kelurahan Karang Anyar yang ambil sendiri sebanyak 67 sertifikat. Memang tahun ini tidak diserahkan ke masyarakat langsung, tetapi kami minta masyarakat yang datang mengambil,” tutupnya.(*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







