Uji Coba Digital ID, Disdukcapil Sebut Efisien Karena Kurangi Penggunaan Kertas

benuanta.co.id, TARAKAN – Uji coba penerapan digital ID atau KTP digital sudah mulai diterapkan per Juni 2022 lalu. Penggunaan digital ID ini dilakukan dengan aplikasi Identitas Kependudukan Digital yang dapat diunduh melalui playstore pada android.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tarakan, Hamsyah menuturkan bahwa penerapan ini tidak berupa kartu lagi. Artinya dokumen kependudukan sudah dapat dibawa kemanapun dengan hanya menggunakan sebuah aplikasi.

“Sudah ada semua berupa digital, KTP dan KK semua datanya sudah ada disitu,” katanya, Rabu (6/7/2022).

Untuk perubahan data juga dilakukan by request, hanya dengan memohon ke Disdukcapil melalui aplikasi tersebut. Misal seperti data pendidikan, akan diupdate otomatis tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.

Baca Juga :  Gempa M 3,0 Guncang Selatan Tarakan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

“Kelemahannya belum bisa untuk user apple, hanya android saja dan yang pasti harus ada jaringan internetnya. Tapi era digital sekarang berbasis aplikasi, jadi mau kemanapun tunjukin saja aplikasi itu ke layanan publik yang memerlukan,” urainya.

Ia menegaskan, bahwa hal ini cukup efisien ke depan, karena pemerintah tidak perlu menyiapkan blanko berbahan dasar kertas. Sehingga penebangan untuk pembuatan kertas sudah bisa dikurangi.

Selain itu, terdapat keunggulan lain yakni aplikasi Identitas Kependudukan Digital menggunakan kode sandi dari pribadi masyarakat. Tak hanya itu, tangkapan layar juga tidak didukung dalam membuka atau menggunakan aplikasi tersebut, sehingga data diri aman dari retasan orang lain.

Baca Juga :  Tokoh Agama dan Ormas Deklarasikan Kamtibmas Selama Ramadan di Tarakan

“Kita pelan-pelan lah, karena masih uji coba juga. Teman-teman yang lain seperti yang ada di Dukcapil semua sudah menggunakan, jadi bagi masyarakat yang mau mencoba silahkan ke sini dulu dengan bawa smartphone,” bebernya.

Dalam penerapannya nanti, dikatakan Hamsyah bahwa pihaknya akan segera melakukan sosialisasi namun masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.

Adapun saat ini kisaran pengguna aplikasi digital masih terbilang cukup rendah karena masih uji coba. Ia juga menjelaskan pembuatan KTP masih dengan menggunakan blanko saat ini.

Baca Juga :  BPJS PBI Sebagian Masyarakat Dinonaktifkan, Ini Alasannya

“Ada yang masih buat KTP cetak, jadi yang merekam ini 3 kali lipat pencetakannya, jadi bayangin berapa pengeluaran cetak blanko jadi era sekarang kita digital saja sudah,” sebutnya.

Hamsyah mengatakan bahwa kisaran masyarakat yang membuat KTP pada saat ini perhari mencapai ratusan. Per 1 Juli 2022 Dukcapil mencatat 137 pemohon KTP dan per 4 Juli 2022 sebanyak 241 pemohon. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *