Tuding Monopoli Perdagangan, Masyarakat Krayan Tutup Jalan Lintas Perbatasan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kunjungan Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Sarawak, Sigit Witjeksono ke perbatasan Long Midang, Krayan Kabupaten Nunukan pada Jumat, 1 Juli 2022 lalu tidak membuahkan hasil. Sebab masyarakat Krayan saat ini meminta akses jalan di perbatasan antara Indonesia Malaysia dibuka.

Tokoh masyarakat Krayan Selatan, Ajang menuturkan kunjungan Konjen RI di Sarawak di Krayan Long Midang, masyarakat meminta jalan tersebut dibuka seperti sebelum Covid-19.

Baca Juga :  Ekonom: Gentengisasi Bisa Berdayakan Ekonomi Lokal dan Sektor Pariwisata

Namun keluhan warga ini tertuju kepada adanya Koperasi Mitra Utama Kaltara atau Aspindo yang ditengarai menjadi penyebab warga beramai-ramai menutup jalan.

“Masyarakat menganggap itu monopoli perdagangan, sehingga masyarakat banyak tidak terima hal itu. Selain pesan barang lewat koprasi itu kita tidak boleh mengambil barang langsung ke Malaysia. Padahal dulu bisa sekarang saja tidak bisa, setelah koprasi itu diberikan rekomendasi oleh gubenur,” kata Ajang, Selasa 5 Juli 2022.

Baca Juga :  Ekonom: Gentengisasi Bisa Berdayakan Ekonomi Lokal dan Sektor Pariwisata

Kata Ajang, rekomendasi itu awalnya dari mantan Gubenur Kaltara Irianto dan dilanjutkan oleh Gubernur Zainal yang sekarang memberikan rekomendasi kepada salah satu koprasi Mitra Utama Kaltara atau Aspindo.

Akibat persoalan tersebut, beberapa warga setempat kini melakukan blokade jalan perbatasan dengan tumpukan tanah. Terlihat juga masyarakat membentangkan beberapa tulisan penolakan kebijakan yang dianggap merugikan warga.

 

Masyarakat Krayan saat menutup perlintasan perbatasan (FOTO: MASYARAKAT KRAYAN UNTUK BENUANTA)

“Masyarakat Krayan menganggap itu monopoli perdagangan antar negara, sehingga jalan tepat di perbatasan kami tutup sekitar 100 orang yang ada di sana,” jelasnya.

Baca Juga :  Ekonom: Gentengisasi Bisa Berdayakan Ekonomi Lokal dan Sektor Pariwisata

Menurutnya, keinginan masyarakat jalan itu bisa dilewati bersama-sama, dan siapa saja yang mengambil barang dari Malaysia bisa, bukan hanya satu pihak saja. “Kami meminta jalan itu dibuka seperti dahulu siapa saja bisa lewat,” tegasnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *