benuanta.co.id, TARAKAN – Kesehatan hewan ternak merupakan hal nomor satu yang harus diperhatikan. Terlebih saat ini marak wabah virus yang menyerang hewan ternak seperti sapi dan babi.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Ahmad Mansuri Alfian mengatakan bahwa vaksin untuk mengantisipasi tertularnya sapi dari virus telah didatangkan dari Prancis. Namun vaksin yang didatangkan hanya untuk penyelamat kondisi darurat.
“Vaksin tipe PMK ini bermacam-macam, sama aja kayak vaksin Covid. Tapi saat ini juga vaksinnya sementara dikembangkan di Surabaya dan sementara masih diproduksi,” katanya, Selasa (5/7/2022)
Vaksin darurat ini diberikan karena pemerintah memandang bahwa wabah virus ini perlu dicegah meski hanya sementara. Alfian melanjutkan bahwa sebelumnya kementerian telah melakukan pengurusan terhadap vaksin jenis sein park sebanyak 800.000 dosis.
“Ya itu untuk mencegah dalam kondisi darurat aja. Alhamdulillah terkait tindakan kami ini sebenarnya banyak masuk dari Sulawesi itu keseluruhan wilayahnya bebas dari PMK,” sebutnya.
Kendati terdapat belasan provinsi yang berada dalam lingkaran virus PMK, seperti Jawa Timur, Alfian menegaskan tidak akan memperbolehkan lintasan jalur sapi memasuki wilayah tersebut.
“Artinya itu betul-betul diawasi, bukan hanya sapi tapi juga babi,” tukas dia.
Alfian melanjutkan saat ini ketersediaan vaksin masih terbilang terbatas. Untuk itu saat ini ia mengimbau kepada peternak agar melakukan penanganan yang meminimalisir penularan virus PMK ke sapi atau hewan ternak.
Ia menyebut bahwa setelah vaksin yang cukup untuk didistribusikan, terdapat tahapan khusus yang harus dilakukan seperti pembiayaan.
“Mekanismenya nanti pemerintah akan memikirkan hal ini, karena dampak PMK ini untuk ekonomi juga, kemudian larangan lalu lintas ternak yang membuat pasokan berada jauh pada keadaan normal,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







