Warga Keluhkan Seringnya Terjadi Pemadaman Listrik di Tarakan 

benuanta.co.id, TARAKAN – Kota Tarakan kembali mengalami pemadaman listrik untuk kesekian kalinya. Kali ini pemadaman listrik terjadi pada Senin 4 Juli 2022 malam.

Gangguan listrik ini pun dikeluhkan warga Kota Tarakan. Sebab, belakangan sering terjadinya pemadaman sehingga cukup menimbulkan pertanyaan di kalangan warga.

“Dari pertengahan Juni sampai awal Juli ini saya rasa sering sekali. Pernah subuh – subuh listrik padam dan hidup berkali-kali,” terang Hany warga Karang Harapan kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Tahap Penyelidikan, Pencabutan Laporan Markus Minggu soal Video Asusila Ditolak

Senada dengan Hany, salah seorang warga Kelurahan Karang Anyar, Aulia pun mengeluhkan seringnya terjadi pemadaman listrik tersebut.

Menurut dia, pemadaman listrik yang sering terjadi dikhawatirkan berakibat ke peralatan rumah tangga di rumah.

“Ya namanya kita ini pelanggan PLN, pasti ada keluhan dan kurang nyaman dengan adanya pemadaman – pemadaman belakangan ini,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UP3 PLN Kaltara, Aditya Darmawan menerangkan tenaga listrik Tarakan disuplay dari pembangkit disalurkan lewat kawat 20kV, dan didistribusikan kepada pelanggan.

Baca Juga :  Satreskrim Polres Tarakan Bekuk 3 Pelaku Kasus Penggelapan dan Penipuan di Makassar, Jember dan Madiun

“Tarakan termasuk kepulauan kecil tapi padat. Sehingga pemicu gangguan listrik yang bisa menyebabkan gangguan meluas selain adaya pohon yang menyentuh jaringan kami yang menyebabkan 1 jalur padam, atau pun ada salah satu pembangkit kami yang padam, akan membuat proteksi bekerja agar Tarakan tidak padam keseluruhan dengan otomatis padam pelanggan sesuai dengan pembangkit yang gangguan,” paparnya.

Baca Juga :  Sidang Pra Peradilan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Lahan, Polda Kaltara Merasa Penyidikan Sesuai SOP

Lanjut dia, Agar Tarakan tidak padam total, untuk itu PLN UP3 Kaltara dalam hal pelayanan bekerjasama dengan PLN UPDK Tarakan dalam hal pembangkitan berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

“Untuk mempercepat penormalan gangguan maupun tindakan preventive pembersihan jaringan, manajemen pemeliharaan pembangkit, pengaturan supply pasokan gas ke pembangkit, maupun relokasi pembangkit,” tukasnya. (*)

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *