Upah Pengikat Bibit Rumput Laut di Nunukan Ikut Naik

benuanta.co.id, NUNUKAN – Rumput laut di Nunukan mengalami kenaikan harga ditingkatkan petani sudah mencapai kisaran Rp33.000-34.500 per kilogram.

Ketua Asosiasi Pedagang Rumput Laut Kabupaten Nunukan Kamaruddin, mengatakan saat ini harga jual rumput laut naik ditingkat petani, apalagi semakin bagus kadar keringnya, harga juga akan lebih mahal. Tidak hanya ditingkat peti pembudidaya rumput laut. Bagi warga yang membetang juga ikut kena imbasnya yang tadinya hanya satu ikat Rp10.000 sekarang Rp15.000.

Baca Juga :  Pekerja Migran Kena Deportasi Memilih Bekerja di Nunukan Daripada Pulkam, Mau Nyeberang Lagi?

“Alhamdulillah meningkatkan harga rumput laut sekarang Rp33 ribu hingga Rp. 34.500 per kilo bahkan lebih, kenaikan rumput laut ini juga berimbas ke pengikat bibit naik juga, dikisaran Rp.13 ribu hingga Rp15 ribu,” kata Kamaruddin, kepada benuanta.co.id, Senin, 4 Juli 3022.

Menurutnya, pengikat bibit rumput laut alami kenaikan sekitar Rp3-5 ribu per ikat. Kenaikan itu terjadi karena mengikuti harga jual rumput laut.

Baca Juga :  Mensos Risma ke Desa Atap Sembakung, Ini Bantuannya

Dia berharap harga seperti ini bisa terus dipertahankan dan produksi rumput laut juga semakin baik sehingga kualitas bisa ditingkatkan.

Untuk cuaca sendiri aman, walaupun terkadang mendung, hujan dan panas. Hal itu juga bisa terjadinya kerusakan rumput laut, tetapi tidak terlalu parah.

Iyan (22) Warga Nunukan, yang bekerja sebagai pengikat bibit rumput laut, mengatakan tingginya harga rumput laut berdampak positif bagi mereka. Karena naiknya harga mereka juga ikut rasakan, yang tadinya satu ikat hanya dibayar Rp10.000 sekarang naik menjadi Rp15.000.

Baca Juga :  Sertifikat Halal Penunjang UMKM di Nunukan

“Alhamdulillah dengan adanya kenaikan semoga bisa naik lagi,” jelasnya.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *