Sempat Disinggung FM, Pengelola Kandang Bantah Bisnis Ternak Ayam Resahkan Warga

benuanta.co.id, TARAKAN – Pengelola usaha ternak ayam pedaging di Kelurahan Karang Anyar, membantah dugaan Lembaga Nasional Pemantau dan Pemberdayaan Aset Negara Provinsi Kalimantan Utara (LN-PPAN Kaltara) yang menyebut bisnisnya sebagai pemicu menyebar lalat di pemukiman.

Pengelola kandang ayam yang bernama Sudirman itu, mengaku sangat heran terhadap sikap dan tanggapan Ketua LN-PPAN Kaltara, Fajar Mentari di berbagai media massa. Pihaknya menepis terkait statement Fajar yang mengatakan warga sekitar kandang ayam alami kondisi terganggu.

Baca Juga: FM : Pengusaha Ayam Pedaging Bohong dan Tidak Kooperatif

“Herannya saya, karena orang yang tinggal di dalam (sekitar kandang) itu ada 40 orang, kan rumah sewa disitu. Kalau kita bandingkan, misalnya kandang ayam ini menganggu tentu orang tidak akan mau tinggal (sewa) disitu,” jelas Sudirman kepada benuanta.co.id, Ahad (3/7/2022).

Baca Juga :  Tahap Penyelidikan, Pencabutan Laporan Markus Minggu soal Video Asusila Ditolak

Sudirman menguraikan, bahwa bisnisnya bukan sebagai pemicu utama menyebarnya lalat. Menurutnya, kondisi rerumputan di sekitar pemukiman warga RT 57 Karang Anyar itu, sangat mungkin memicu lalat.

Ia sama sekali tak yakin kalau bisnis kandang ayam ini mengganggu sekitar, lantaran semua prosedur ternak ayam termasuk kebersihan kandang telah pihaknya lakukan. Bahkan, dirinya mengklaim bisnis tersebut didampingi konsultan yang begitu ahli, sehingga semuanya dapat sesuai prosedur.

“Namanya sekalipun disitu tidak ada kandang ayam, disitu tetap ada lalat karena rumput semua di kiri kanan rumah. Seandainya disitu ada penyakit, tidak akan mau orang tinggal disitu. Sedangkan disitu ada bayi, ada apa,” bebernya.

“Kalau di depan Hotel Tarakan Plaza ada lalat baru kita kaget, tapi kalau di rumput-rumput bagaimana ?,” tutur Sudirman.

Baca Juga :  Bikin Panik! Dua Bocah di Tarakan Selamat dari Aksi Dugaan Penculikan

Kemudian juga kata Sudirman, bisnis kandang ayam yang telah berjalan 6 tahun ini, kerap dijamin sterilisasi area kandang ayam. Ia mengaku selalu mengarahkan kepada pekerja yang jaga untuk intens menyemprot kandang, mulai dari umur ayam satu bulan hingga panen.

Selain itu, kotoran ayam dipastikannya tidak berada lama disekitar kandang sehingga tidak memicu pertumbuhan lalat.

“Kotoran ayam juga kan dibeli orang untuk pupuk,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurutnya bisnis ini telah dalam pengawasan bersama oleh pihak-pihak yang berwenang. Sekitar 3 bulan lalu kata Sudirman, pihaknya juga telah mematuhi panggilan pertemuan bersama stakeholder.

Selanjutnya, pengelola bisnis kandang ayam ini, telah menjalankan kesepakatan pertemuan dengan Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Peternakan, Babinsa, Babinkamtibmas, RT dan masyarakat yang melapor.

Baca Juga :  Warga Pamusian Ngadu ke Kapolres soal Kenakalan Remaja

“Jadi waktu itu, saya sampaikan bagaimana kalau saya tambahkan dinding pagar satu lembar seng lagi dinaikkan. Nah itu ada berita acaranya, awalnya dinding itu 1,80 meter jadi 3,60 meter,” katanya.

Setelah pertemuan itu, ia bersama para pekerja mendapat arahan dari pemerintah untuk gencar melakukan penyemprotan. Namun demikian, ia memastikan sejak lama telah dilakukan penyemprotan dan bahkan selalu didokumentasikan.

Bisnis ini memiliki karyawan sebanyak 10 orang. Setiap siklus pemerliharaan, terdapat 4000 ekor ayam yang dikelola dengan dua kandang selama 40 hari. (*)

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *