Penambangan Pasir Ilegal di Sebatik, Polres Nunukan Amankan Alat Berat Ekskavator

benuanta.co.id, NUNUKAN – Penambangan pasir ilegal yang beroperasi di wilayah Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik dengan menggunakan alat berat ekskavator kini telah ditangani oleh Polres Nunukan. Barang bukti ekskavator kini diamankan di Polsek Sebatik Timur.

Kapolsek Sebatik Timur Iptu Randhya Sakthika Putra membenarkan bahwa barang bukti yakni ekskavator telah diamankan oleh Polres Nunukan dan dititipkan di Polsek Sebatik Timur.

“Di Polsek hanya penitipan barang bukti, untuk kasusnya ditangani oleh Unit Tipidter Polres Nunukan.” ujar Randhya kepada benuanta.co.id, Senin (4/7/2022)

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Sebut Izin Pendirian SPBU Kewenangan Pertamina

Sementara itu, Kepala Unit Tipidter Polres Nunukan, Ipda Andre Azmi Azhari, mengatakan setelah mendapat laporan terkait penambangan pasir menggunakan alat berat. Personel Polres Nunukan langsung menindaklanjuti dan mengamankan barang bukti.

“Lokasi penambangan pasirnya sudah kita pasang garis polisi dan alat ekskavatornya sudah kita amankan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, makanya kita bawa dulu ke Polsek Sebatik Timur,” ujar Andre.

Baca Juga :  Baru Kenal, Remaja Putri Dicabuli Remaja Putra di Pondok Rumput Laut

Diungkapkannya, selama ini setiap ada penambangan pasir ilegal selalu ditindaklanjuti oleh personel kepolisian namun saat ditindak masyarakat selalu besi keras kalau penambangan pasir tersebut untuk kepentingan masyarakat setempat.

“Ditindaklanjuti katanya ini untuk kepentingan masyarakat, saat tidak ditindaklanjuti masyarakat juga yang berteriak bahwa aparat kepolisian ke mana, jadi kami serba salah jadinya.” ungkapnya.

Baca Juga :  Padahal Dinantikan, Minyakita Belum juga Hadir di Nunukan

Andre mengatakan, saat ini kasus penambangan pasir ilegal tersebut dalam proses penyelidikan dan akan dinaikkan ke tahap penyidikan.

“Hari ini insyaallah, kita mau kirimkan SPDP-nya ke Kejaksaan, kita sementara lagi siapkan pemberkasan,” jelasnya.

Ancaman pasal yang dikenakan yakni pasal 158 jo pasal 35 Undang-undang Nomor 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *