Miris! Remaja Nekat Jual Sabu Disuruh Ayahnya Sendiri

benuanta.co.id, TARAKAN – Seiring waktu peredaran narkotika kian mengkhwatirkan. Pasalnya pelaku pengedar narkotika juga melibatkan anak di bawah umur terjadi di Kota Tarakan.

Adalah MS (17) yang terpaksa harus berurusan dengan aparat lantaran kedapatan melakukan transaksi jual beli sabu di Jalan Binalatung RT. 14 Kelurahan Pantai Amal.

Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Reskoba Polres Tarakan, IPTU Dien F Romadhoni menjelaskan MS diamankan pada 28 Juni 2022 sekitar pukul 16.00 Wita oleh tim Opsnal.

Bukan tanpa sebab, polisi mendapati informasi rumah MS kerap dijadikan tempat transaksi sabu-sabu.

Baca Juga :  Ribuan Kilogram Produk Ilegal Diamankan di Perairan Ambalat Dimusnahkan

“Jadi kami dalami kemudian pada pukul 16.30 Wita, tim Opsnal melakukan penggrebekan, dan diamankan pelaku itu yang masib di bawah umur,” jelasnya, Senin (4/7/2022)

Mirisnya lagi, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, MS melakukan jual beli sabu karena diperintah oleh ayahnya sendiri yang berinisial MR. Namun, MR yang melarikan diri lantas ditetapkan Reskoba masuk dalam DPO.

“Barang bukti yang kami dapat itu uang tunai Rp 1.020.000 di kantong celana MS dan kita dapat juga barang bukti narkotika jenis sabu di celana MS seberat 0,44 gram,” lanjutnya.

Baca Juga :  Percobaan Pencurian Dalam Rumah di Jalan Kusuma Bangsa Digagalkan Warga

Masih kepada petugas, MS mengaku kristal setan itu dijual kepada nelayan di sekitaran wilayah tempat tinggalnya.

“Sudah ada pembeli yang langganan juga, kita dapatkan info juga kan di situ sering transaksi sabu,” urainya.

Berdasarkan interogasi polisi, MS juga diberi upah sebesar Rp 100 ribu per hari untuk menjalankan bisnis barang haram tersebut, namun tidak mengkonsumsi narkotika tersebut.

Baca Juga :  Residivis Ini Curi Barang Berharga Milik Warga dari Bali, Seperempat Miliar Raib Dalam Sekejap

“Cuma disuruh aja sih tidak dipaksa, karena tergiur aja dengan upah yang diberikan tadi. MS juga masih sekolah kelas 3 SMA,” bebernya.

Atas kejadian ini MS disangkakan Pasal 114 Ayat 1 Subsider Pasal 112 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Saat ini MS juga tengah dalam masa penahanan dan didampingi pemeriksaannya oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3A-PPKB). (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *