Kejari Nunukan Tetapkan 3 Tersangka Tindak Pidana Korupsi Dana APBDES Desa Samaenre Semaja

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kejaksaan Negeri Nunukan telah menetapkan tersangka terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan Dana APBDES Desa Samaenre Semaja Tahun Anggaran 2017 hingga Agustus 2019 pada Jumat, 24 Juni 2022.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Nunukan, Ricky Rangkuti mengatakan tersangka yang ditetapkan tiga orang, antara lain 2 perempuan dan satu laki-laki yakni ML, FA dan AS.

“Tersangka pertama, perempuan berinisial ML merupakan mantan Sekretaris Desa Samaenre Semaja selama 3 periode berturut-turut yaitu tahun 2017, 2018 hingga Agustus 2019,” ujar Ricky kepada benuanta.co.id, Senin (4/7/2022).

Baca Juga :  Ribuan Kilogram Produk Ilegal Diamankan di Perairan Ambalat Dimusnahkan

Tersangka kedua yakni FA, perempuan yang merupakan mantan Kepala Desa Samaenre Semaja tahun 2017 hingga Maret 2019. Serta AS laki-laki yang merupakan PJ Kepala Desa Samaenre Semaja periode Maret 2019 hingga Agustus 2019.

“Saat ini ketiganya telah kita lakukan penahanan di Lapas Kelas II Nunukan,” katanya.

Ricky mengungkapkan, perkara dugaan tindak pidana korupsi Pengelolaan Dana APBDES Desa Samaenre Semaja terkait pembangunan Gedung Olahraga (GOR) di Desa Samaenre Semaja yang berasal dari Dana Desa (DD) Samaenre Semaja Tahun 2019 namun mangkrak hingga kini.

Dari Hasil penyidikan, ditemukan sejumlah fakta yakni pembangunan GOR tersebut tidak selesai dibangun namun uang anggaran pembangunan tersebut sudah dicairkan oleh kepala desa, sekretaris desa maupun bendahara desa tanpa ada bukti pertanggungjawabannya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Nunukan Sebut Pertanian dan Perikanan Harus Diprioritaskan

Selain itu, ditemukan juga fakta bahwa selama tiga tahun berturut-turut yakni tahun 2017 hingga Agustus 2019, Desa Samaenre Semaja tidak pernah membuat LPJ penggunaan keuangan APBDES.

“Untuk total nilai kerugian pengelolaan APBDES Desa Samaenre Semaja tahun 2017 hingga Agustus 2019 yang tidak dapat dipertanggungjawaban yaitu senilai kurang lebih Rp 1.119.020.710,” bebernya.

Adapun pasal yang didakwakan yakni subsidaritas melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 UU Nomor 1 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan secara bersama-sama.

Baca Juga :  Nekat Jualan Sabu, Dua Pemuda di Nunukan Diciduk Polisi

Penuntut umum Kejaksaan Negeri Nunukan telah melimpahkan perkara tersebut ke pengadilan tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Samarinda pada Jumat, 1 Juli 2022.

“Saat ini kami masih menunggu penetapan dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Samarinda terkait penunjukan majelis hakim dan penentuan hari sidang.” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *