Cuan Lancar, Usaha Coklat Karakter Regan Warga Nunukan Ini akan Dipasarkan ke Malaysia

benuanta.co.id, NUNUKAN – Masa pandemi covid-19 sangat berdampak bagi pelaku UMKM, bahkan banyak pelaku UMKM yang harus gulung tikar. Namun hal itu berbanding terbalik dengan Rika Fatmawati (41) yang justru memulai usahanya di masa pandemi.

Sejak pandemi Rika memanfaatkan kesehariannya yang hanya di rumah dengan membuat kue kering berbahan coklat sejak September tahun 2020, hal tersebut berawal dari kecintaannya dengan coklat. Siapa sangka dari kecintaannya tersebut mendatang peluang cuan.

Dari kue kering coklat, Rika beralih ke produksi coklat karakter. Awal mengenal coklat karakter, saat itu ia tengah mengikuti pelatihan foto produk yang diadakan oleh guru coklat dari Jawa. Rika memenangkan juara dan mendapatkan hadiah cetakan coklat karakter. Sejak saat itu mulai memproduksi coklat karakter.

Baca Juga :  Nekat Jualan Sabu, Dua Pemuda di Nunukan Diciduk Polisi

Omzet penjualannya mulai meningkat saat Natal tahun 2020, Rika mengatakan keuntungan yang diperoleh dari pesanan mencapai Rp 5 juta. Bahkan hari raya besar lainnya seperti Idul Fitri omzet penjualan bisa mencapai Rp20 juta dengan menghabiskan sekitar 50 kg coklat batangan.

Coklat karakter Regan diproduksi dan dipasaran setiap hari dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp. Untuk Harganya bervariasi mulai dari satuan Rp 5 ribu hingga ratusan, harganya bervariasi sesuai dengan ukuran dan banyaknya jumlah coklat karakter dengan ketahanan selama enam bulan.

“Selain dari medsos, omzet bulanan saya dari stik coklat karakter saya pasarkan di toko-toko yang ada Di Nunukan, Alhamdulillah hasilnya jutaan setiap bulan,” kata Rika kepada benuanta.co.id, Ahad (3/7/2022)

Baca Juga :  4 Desa dari 2 Kecamatan di Nunukan Nihil Pendaftar Calon PKD, Ini Penyebabnya

Tidak hanya dipasarkan di Nunukan, coklat karakter hasil produksinya sudah dijajakan se Kaltim-Kaltara, Sulawesi Selatan, Pulau Jawa. Bahkan, Rika mengungkapkan coklat karakternya sudah pernah dipasarkan oleh Rumah BUMN melalui PLN mobile hingga ke Papua dan Raja Ampat, dalam waktu dua minggu omzetnya mencapai Rp 5juta.

Tidak merasa puas hanya dipasarkan di toko Nunukan, Rika menargetkan untuk akhir tahun ini akan menjajakan coklat karakter miliknya ke toko-toko yang ada di Kota Tarakan.

Diungkapkannya, dari hasil penjualan coklat karakter dalam kurun waktu dua tahun, Rika tengah membangun toko untuk dijadikan rumah produksi coklat karakter dan tempat pemasaran hasil produksinya.

“Sudah pernah juga tembus Tawau, Sewaktu pandemi ada pesanan lalu dibawa sama keluarga saya ke sana lewat aji Kuning,” ujarnya.

Baca Juga :  BPJAMSOSTEK Tarakan-Kejaksaan Negeri Nunukan Bersinergi Optimalkan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Saat ini, coklat karakter Regan sudah mempunyai izin usah baik PIRT dan sertifikasi halal. Saat ini, Rika tengah mengurus izin BPOM untuk menargetkan pasarannya ke Tawau Malaysia dan mengharapkan Disperindagkop Nunukan bisa membatu agar ekspornya dilakukan secara resmi.

“Target saya jualan ini ke Tawau, masa produk mereka terus yang dijual di sini, sesekali produk perbatasan juga harus tembus di pasaran Malaysia,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat ini, coklat karakter Regan digandeng oleh Rumah BUMN untuk mengikuti Festival Wonderful di Malaysia untuk memamerkan dan memasarkan produknya di sana. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *