Refleksi Hari Bhayangkara ke-76, BEM UBT: Berantas Bandar Narkoba di Kaltara! 

benuanta.co.id, TARAKAN – Hari Bhayangkara ke-76 yang jatuh pada Jumat 1 Juli 2022, menuai pesan kritis dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Borneo Tarakan, yang mengharapkan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara untuk lebih serius dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika di Kaltara. Utamanya bagi para bandar barang perusak generasi bangsa tersebut.

Presiden Mahasiswa BEM UBT, Ainulyansyah Nurdin S menyuarakan kepada Korps Bhayangkara agar momen yang berbahagia ini, dapat dijadikan ajang evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Polri.

Sehingga menurut Ainul, ke depan Polri semakin profesional dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di setiap wilayah, salah satunya di wilayah hukum Polda Kaltara.

“Kami harapkan peningkatan kinerja dan profesionalisme Polri yang Presisi, terutama dalam menjaga kamtibmas di Kaltara,” ucap Presma BEM UBT kepada benuanta.co.id, Jumat malam (1/7/2022).

Baca Juga :  Tahun Ini Pemprov Kaltara Mulai Pembangunan KBM

Bukan tak beralasan, Presiden mahasiswa yang berpasangan dengan Wakil Presma BEM UBT Fransisko Lien, meyakini
provinsi Kalimantan Utara yang memiliki letak geografis berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, memiliki sejumlah kerawanan serta ancaman bagi Kaltara, salah satunya peredaran narkotika.

Ditambah lagi, bumi Benuanta ini merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki akses jalan darat untuk masuk dan keluar negeri. Fenomena maraknya kejahatan narkotika melalui perbatasan Kaltara, menjadi masalah yang krusial dari sisi hukum.

“Peredaran dan jual-beli narkoba di perbatasan Kalimantan Utara-Malaysia masih menjadi masalah yang belum tuntas. Menangkap bandar besar menjadi pekerjaan rumah dan tantangan Kepolisian Daerah Kalimantan Utara,” beber Ainul.

Ainul mengungkapkan, berdasarkan data di lapangan menunjukkan hasil survey Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan BNN, ada 5.959 warga Kaltara atau mendekati angka 6 ribu orang di provinsi Kaltara pernah memakai narkoba.

Baca Juga :  Kaltara dan IKN, Deddy Sitorus Bilang Kaltara Harus Melihat Jauh ke Depan

Kemudian lanjutnya, Polda Kaltara mencatat, laporan mengenai perdagangan dan penyalahgunaan

narkoba pada tahun 2019-2020 terus mengalami peningkatan dimana pada 2019, jumlah laporan yang masuk sebanyak 212, dan terus mengalami peningkatan, di tahun 2020 ada sebanyak 266 laporan.

Lanjutnya, hal mengejutkan terjadi di tahun 2021 lalu, ia mengetahui Ditreskoba Polda Kaltara berhasil menggagalkan peredaran 126 kilogram sabu. Menurut dia, penangkapan ini disebut menjadi penangkapan terbesar sejak berdirinya polda Kaltara.

“Menurut saya hal tersebut bukanlah sebuah prestasi melainkan sebuah tantangan sekaligus pekerjaan rumah karena selama bandar besar belum tertangkap, peredaran gelap narkoba lintas negara di Kaltara akan terus terjadi,” kesah Ainul.

Baca Juga :  Geilatkan UMKM, Belanja OPD Diwajibkan di E-Katalog

Mengingat besarnya dampak buruk peredaran dan penyalahgunaan narkoba ini untuk generasi muda, BEM UBT menghawatirkan akan mengancam masa depan orang muda Kaltara di era Bonus Demografi.

Tahun 2030-2045, Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi. Pada era tersebut, dijelaskannya jumlah penduduk usia produktif akan mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang di proyeksikan mencapai 297 juta jiwa.

Mahasiswa asal Sulawesi Selatan ini mengemukakan, agar dapat memetik manfaat bonus demografi dibutuhkan ketersediaan SDM yang berkualitas untuk bisa mewujudkan generasi emas Indonesia.

“Kita harus mampu melewati tantangan serta hambatan salah satunya adalah ancaman Narkoba yang harus di cegah dan diberantas sedini mungkin,” tutup Ainul.(*)

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *