UPTD LLK Tarakan Gelar Pelatihan Uji Kompetensi

benuanta.co.id, TARAKAN – Pelaksanaan pelatihan uji kompetensi tahap 2 digelar oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lembaga Latihan Kerja (LLK) Tarakan. Dalam tahap 2 kali ini terdapat 4 kompetensi yakni komputer, jahit, kendaraan ringan dan mesin bubut.

Kepala UPTD LLK Tarakan, Andi Arfan menjelaskan, pelaksanaan uji kompetensi ini sangat penting dikarenakan akan mendapatkan sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Mungkin saat ini uji kompetensi ini tidak penting, tapi nanti itu ada zamannya di mana orang-orang harus mempunyai keterampilan dan keahlian. Ini dilaksanakan oleh BLK Samarinda yang sudah tahap 2 dilaksanakan sesuai anggaran BLK Samarinda juga,” ujar Andi Arfan, Jumat (1/7/2022)

Baca Juga :  GTM Dijadwalkan Disegel Malam Ini, Cinema XXI : Kami Taat Hukum

Penilai atau assesor dalam uji kompetensi ini berada di bawah naungan binaan yang sudah diberikan oleh BLK Samarinda. Saat ini BLK membina 3 provinsi, di antaranya Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

“Kaltara ada 2 BLK, Tarakan dan Nunukan, kemudian Kaltim ada 4 kemudian di Banjarmasin ada 10 dan di Tarakan yang paling banyak paket pelatihannya kita mengalahkan Kalsel dan Kaltim,” urai Arfan.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Sarankan Perumda Tak Profit agar Ditutup

Ia melanjutkan total peserta pada 4 kompetensi saat ini sebanyak 61 orang. Peserta yang mengikuti uji kompetensi ini tidak hanya berasal dari Tarakan saja juga dari luar Kaltara.

Terpisah, Instruktur Otomotif BLK Samarinda, Karisma Tandi Datu yang juga menjadi asesor pada kompetensi kendaraan ringan menjelaskan, ia menguji 15 peserta yang juga lulusan dari LLK Tarakan. Untuk pelatihan pemeliharaan sistem kendaraan ringan ini digunakan untuk kendaraan mobil.

“Jadi yang ikut UJK ini hanya lulusan yang pernah mendapatkan sertifikat dengan program pemeliharaan kendaraan ringan sistem kompensional dari LLK Tarakan,” tuturnya.

Baca Juga :  Ayo Kulineran di New Bangayo

Ujian ini berlangsung selama 280 Jam Pelajaran (JP) dengan satu hari 8 JP. Untuk sistem pengajarannya sendiri terdapat 17 unit kompetensi. Mulai dari alat ukur, sistem bahan bakar, pengapian, pengereman, transmisi dan lainnya.

“Kendala tidak ada sih, kendala teknisnya itu tidak ada tapi kalau kayak kendala non teknis pasti ada itu dari pesertanya lagi,” tutup Karisma. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *