oleh

Monitoring Program Prioritas, Menilik Berbagai Inovasi Kampung

TANJUNG REDEB – Diskominfo Berau melalui Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) melaksanakan monitoring program prioritas di tahun anggaran 2022.

Tim dipimpin Kabid PIKP Diskominfo Berau, Sunarto bersama Pranata Humas Sub Koordinator PIP, Agustiah dan staff pelaksana.

Kegiatan monitoring mensasar 8 wilayah kampung dan kecamatan. Yaitu Gunung Tabur, Sambaliung, Teluk Bayur dan Tanjung Redeb.

Di Gunung Tabur dilaksanakan di Kampung Maluang, di Sambaliung digelar di Kampung Bangun Bebanir, di Teluk Bayur di Kampung Tumbit Melayu dan Labanan Makmur, dan juga di kecamatan Tanjung Redeb.

Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui, melihat serta berdiskusi mengenai sejauh mana program-program kampung yang sangat mendasar yang menjadi prioritas. Baik program fisik maupun non fisik.

“Bersumber dari dana APBN maupun APBD, ataupun pihak ketiga. Juga menilik program setiap kampung yang sejalan dengan visi misi Pemkab Berau, dari sisi ekonomi kerakyatan, wisata, pembangunan, sarana dan fasilitas dasar, akses jalan, air bersih, pendidikan dan kesehatan,” ujar Kabid PIKP Diskominfo Berau, Sunarto.

Termasuk terobosan, inovasi dan kreatifitas setiap kepala kampung yang memoles wilayah dan masyarakatnya agar berdaya dan sejahtera, berdasarkan realita di lapangan saat ini.

“Melalui diskusi yang kami lakukan, memang tak semua program yang pernah diusulkan kampung melalui musrenbang dapat terpenuhi,” terangnya.

Selain itu dana ADK pun tidak serta merta dapat direalisasikan sesuai keinginan masyarakat kampung, mengingat pos pembiayaan sudah terprogram sesuai juknisnya.

Hal ini tak lantas menyurutkan langkah dalam membangun wilayah masing-masing. Namun di sinilah tantangan seorang kepala kampung atau wilayah.

Untuk berkreativitas berinovasi dan melakukan langkah juga upaya strategis dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dengan sumber daya yang ada.

“Seperti inilah diskusi dan visualisasi yang kami dapatkan ketika turun langsung melakukan monitoring di beberapa kecamatan dan kampung,” katanya.

Hasil diskusi ini tentu menjadi catatan tim Diskominfo, kemudian disusun untuk sebagai bahan publikasi. Agar setiap aspirasi yang bersumber dari masyarakat dapat terfasilitasi dan informasikan secara luas. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

16 − three =