oleh

Gubernur Respon OTB

Catatan H. Rachmat Rolau

(Ketua DK-PWI Kaltara)

ADA yang menarik dari Gubernur Kaltara, Drs H. Zainal Arifin Paliwang, saat memberikan sambutan di acara pelantikan pengurus PWI Kaltara, Rabu (29/6). Sambutan itu ibarat “obat penenang” yang langsung membuat tenang. Sejak berdiri PWI Kota Tarakan puluhan tahun silam hingga terbentuknya PWI Kaltara, pengurus PWI belum pernah punya sekretariat.

Karena itu, saya sering bilang ke teman-teman wartawan maupun pejabat, bahwa organisasi pers sekaliber PWI Provinsi, itu ibarat organisasi tanpa bentuk. Lebih tepatnya, organisasi tanpa bangunan (OTB). Ada organisasinya, tetapi tidak diketahui di mana pengurusnya bekerja. Ini luar biasa. Bukan luar biasa kerjanya, tapi kasihannya yang luar biasa.

Lantaran pengurus tidak punya wadah untuk mewujudkan langkah program kerjanya, sehingga organisasi ini nyaris tidak dikenal oleh masyarakat. Baik secara organisasi maupun personal pengurusnya. Inilah yang membuat sedih.

Beruntung, kesedihan itu terjawab sudah. Bahkan berganti dengan keceriaan wajah para pengurus di saat Gubernur Kaltara, Pak Zainal – demikian callsign-nya, berjanji menghibahkan lahan untuk pembangunan Sekretariat PWI Kaltara.

“Kalau sudah ada dipondasi, seterusnya sudah gampang. Pelan-pelan. Nanti bangunannya bisa kita minta bantuan yang lain,” kata gubernur seraya melirik undangan yang duduk di kursi paling depan yang tak lain, ada Walikota Tarakan, dr H. Khaerul M.Kes, Ketua DPRD dan beberapa perwakilan kepala daerah se Kaltara, serta para pimpinan perusahaan seperti Medco.

Ketua Umum PWI pusat, Atal Sembiring Depari dalam sambutannya, memang sempat menyinggung seputar ‘kemiskinan’ organisasi PWI di hadapan gubernur, walikota dan perwakilan kepala daerah se Kaltara di acara pelantikan tersebut.

Salah satu yang disinggung Atal di hadapan gubernur yakni, keberadaan sekretariat PWI yang hingga saat ini belum ada. Meski keluhan itu tidak panjang lebar, respon gubernur ternyata lebih cepat. Di awal sambutannya, beliau langsung menyatakan akan menghibahkan lahan sebagai langkah awal menuju pembangunan gedung PWI Kaltara.

Di akhir sambutan, gubernur mengingatkan kalangan pers – sebagai penyalur informasi agar tetap konsisten menjalankan fungsi jurnalistiknya. “Wartawan harus menyampaikan informasi yang benar, data yang valid, dan narasumber yang jelas,” tuturnya.

Karena itu, gubernur berharap, ke depan pers dapat bersinergi dengan pemerintah dalam menyampaikan setiap program pembangunan melalui media dengan harapan informasi itu dapat diterima dan bermanfaat bagi masyarakat. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

eight − 6 =