Disdik Sebut Satu Sekolah Swasta Ditutup Tahun Ini

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Pendidikan Kota Tarakan mencatat dari 4.415 siswa lulusan Sekolah Dasar (SD) hanya 3.396 siswa yang dapat bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri. Sisanya dapat memilih SMP swasta untuk melanjutkan pendidikannya.

Kepala Dinas Pendidikan Tarakan, Drs. Budiono mengatakan sesuai dengan kebijakan, pemerintah tidak lagi menambah sekolah SMP Negeri di Tarakan. Terlebih saat ini terdapat 1 sekolah yang tutup yakni SMP Citra Bangsa.

“SMP Citra Bangsa yang memutuskan tutup karena perkembangan sekolahnya agak sulit, jadi akhirnya yayasan memutuskan untuk menutup,” katanya, Jumat (1/7/2022).

Baca Juga :  KPH Tarakan Tertibkan Pembalakan Liar di Kampung Enam

Sebelumnya, dikatakan Budi Citra Bangsa memiliki sekolah tingkat SD, SMP dan SMA. Penutupan ini dikarenakan permasalahan kurangnya siswa SMP dari jumlah kuota yang dibutuhkan.

“Kita juga perlu memikirkan keberlangsungan sekolah swasta, ya untuk itu dalam hal ini  kita terus berharap agar swasta terus memacu diri,” ucapnya

Ia mengatakan, bahwa terdapat permasalahan PPDB tingkat SD dan SMP selalu ada setiap tahun, yakni orang tua siswa yang memiliki anak usia di bawah 7 tahun terkadang memaksakan diri untuk menyekolahkan anaknya di negeri.

Baca Juga :  BNN Tarakan Terus Lakukan Peningkatan Rehabilitasi 

“Ada batas minimal umurnya, sekitar 6 tahunan kurang, di bawah itu harus ada surat rekomendasi dari psikolog,” sebutnya Budi.

Sedangkan permasalahan di tingkat SMP negeri, lanjut Budi sama dengan persoalan SD negeri, yakni orang tua siswa berlomba untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.

Namun dalam hal ini, lanjut Budi pihaknya telah menghitung dengan teliti jumlah sekolah dan lulusan di Tarakan, sehingga ia yakin tidak ada kendala nantinya.

“Jadi posisinya yang lulusan SD itu kita sudah tahu ada 4.415 siswa, dan daya tampung di SMPN itu 3.396 siswa dan swasta 1.023. Jadi kalau dijumlahkan antara negeri dan swasta itu bisa menampung lulusan SD dan madrasah,” jelasnya.

Baca Juga :  Isu Percobaan Penculikan Merebak, Ini Kata Kapolres Tarakan 

“Permasalahannya, masyarakat kadang memilih maunya di negeri, padahal di swasta juga sama bagusnya,” sambungnya.

Untuk itu dalam hal ini, lanjut Budi pihaknya mengharapan kesadaran masyarakat. Sebab jika sekolah negeri terus menerus ditambah, maka akan membuat nasib sekolah swasta terancam tutup. (*)

Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *