benuanta.co.id, TARAKAN – Kerusakan fasiltas Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Tarakan bukan menjadi rahasia lagi. Pasalnya kerusakan fasilitas utama saat malam hari ini dapat menyebabkan kecelakaan hingga tindak kriminal karena gelapnya sebagian ruas jalan.
Senin, 20 Juni 2022 lalu, Komisi 3 DPRD Kota Tarakan melakukan kunjungan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan untuk masalah PJU. Tahun ini, terdapat sekitar 400 PJU yang akan dilakukan perawatan. Penganggaran untuk ratusan PJU ini menelan sebanyak Rp 800 juta.
“Kita sampaikan itu berkenan dengan lampu jalan, sudah disampaikan pihak Dishub akan di tindaklanjuti dalam waktu dekat diperbaiki, karena anggaran sudah ada tinggal dieksekusi,” kata Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kota Tarakan Abdul Kadir.
Perawatan ini dikatannya memang akan menuju spot-spot atau wilayah yang rawan laka serta rawan kriminalitas. Untuk total seluruh PJU yang mengalami kerusakan di Kota Tarakan, dikatakan Abdul Kadir ada sekitar 1.200 titik dan akan dilakukan perbaikan secara bertahap.
“Sinergitas antara DPRD dan Pemerintah Kota itu harapan mereka, supaya semua bisa tercover,” sebut politisi PAN Tarakan ini.
Menurutnya keterbatasan anggaran yang membuat pemerintah kota sedikit kesulitan, pada kenyataannya pengadaan lampu jalan membutuhkan totalnya sekitar Rp 5 miliar lebih.
”Karena pilihan lampunya berbeda-beda, lampu PJU ada yang bisa bertahan 10 bulan sampai 5 tahun begitu,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tarakan, Ahmady Burhan menjelaskan, perbaikan dari PJU terus pihaknya jalankan namun untuk skala perbaikan di Kota Tarakan sendiri masih membutuhkan anggaran yang cukup besar.
“Kira-kira anggarannya masih kita ajukan, semoga keseluruhannya (perbaikan) bisa kita lakukan di tahun 2023,” sebutnya saat dihubungi, Sabtu (25/6/2022).
Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya hanya akan melakukan perawatan saja di lokasi titik-titik urgensi agar tidak terjadi kecelakaan atau tindak kriminal lainnya.
Berdasarkan pendataan yang pihaknya lakukan ada sekitar 1.000 titik yang perlu dilakukan perbaikan.
“Permasalahannya sih terus terang di keterbatasan anggaran, ya intinya akan dilakukan secara bertahap artinya akan didahulukan wilayah yang urgen dan rawan,” tegas pria yang akrab disapa Chico itu.
Menurutnya, usia PJU saat ini sudah mencapai kisaran puluhan tahun sehingga membutuhkan perawatan dan alokasi anggaran yang tidak kecil.
“Pak wali juga sudah ada solusi ya salah satunya pengadaan solar cell itu sehingga menekan pembiayaan yang cukup besar terkait perawatan PJU,” tandasnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Ramli







