benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Penerapan sistem Rombongan Belajar (Rombel) dan Sistem Zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022, Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tana Tidung (KTT) mengharapkan orang tua peserta didik dapat menerima kebijakan yang ada.
Kepala Disdikbud Tana Tidung Jafar Sidik, saat ditemui benuanta.co.id, Jumat, 24 Juni 2022, mengatakan sulitnya menerapkan sistem zonasi di KTT saat ini ialah karena dipengaruhi oleh faktor dari orang tua peserta didik, yang biasanya kurang berkenan jika anaknya tidak masuk kedalam sekolah yang sesuai keinginannya.
“Selama rombel dan zonasi ini diterapkan, yang biasa terjadi di KTT ini, ialah hal seperti itu. Padahal setiap Sekolah sama saja,” kata Jafar.
Ia menambahkan, dalam penerapan rombel dan zonasi ini, biasanya ada saja peserta didik yang mendaftar di Sekolah yang seharusnya bukan menjadi wilayah zonasinya. Namun mendapat protes, saat tidak dapat masuk ke sekolah yang diinginkannya.
“Misalnya dia ada di Desa A tapi sengaja mendaftar di Sekolah yang ada di Desa B, padahal di Desanya juga ada Sekolah dan ketikan kena Zonasi tentunya dia tidak diterima dan itu mendapat protes biasanya,” tambah Jafar.
Untuk menghindari terjadinya hal-hal itu, Jafar pun meminta pihak-pihak Sekolah untuk bisa melakukan tindakan edukatif terhadap para orang tua peserta didik. Seperti memberikan bimbingan, pengertian dan pendekatan emosional agar para orang tua, dapat menerima hal itu.
“Dengan cara seperti itu, sekarang para orang tua bisa mengerti dan menerima keputusan dari sistem zonasi yang telah diterapkan,” bebernya.
Salah satu faktor lainnya yang biasanya membuat para orang tua tidak bisa menerima hasil penerapan sistem Zonasi, ialah karena masih adanya mindset kalau Sekolah tertentu lebih baik dari Sekolah lainnya.
“Padahal semua sekolah sama saja, baik guru dan cara mengajarnya semua berpedoman pada kode etik guru dan standar belajar,” terangnya lagi.
“Sehingga tidak ada Sekolah lain lebih baik dari lainnya, hanya yang perlu ditingkatkan ialah daya saing dari peserta didiknya untuk berprestasi,” pungkasnya.(*)
Reporter : Osarade
Editor : Ramli







