oleh

Politisi Wanita Minim di Tana Tidung, Parpol Dorong Lebih Berani Berpolitik

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Tana Tidung, Rini Tika ingin perempuan Tana Tidung bisa lebih aktif dalam berpolitik.

Sebab dengan begitu  hak-hak perempuan lebih terlindungi dan menjaga program pemerintah yang berkaitan dengan pembangunan dan perlindungan perempuan bisa lebih terealisasi.

Menurut Rini, saat ini hanya ada 3 perempuan termasuk dirinya yang duduk sebagai anggota DPRD Tana Tidung. Padahal ia meyakini jika perempuan berani berpolitik akan bisa menyaingi dominasi politisi laki-laki yang saat ini menguasai 17 kursi, dari total 20 kursi yang ada di DPRD Tana Tidung.

Baca Juga :  KPU Tarakan Fokus Sosialisasi Pemilu, Pastikan Pelayanan Full Time

“Harusnya perempuan bisa dapat 6 kursi lah dari total 20 kursi itu, makanya saat ini semua Parpol khususnya Gerindra gencar untuk menyerukan perempuan untuk berpolitik,” kata Rini Tika, Kamis 23 Juni 2022.

Ia menilai masalah utama perempuan di Bumi Upun Taka tidak ingin berpolitik yakni akan memiliki tanggung jawab lebih besar saat terjun ke dunia politik. Di mana perempuan akan disibukkan sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) dan pengurus Parpol.

Baca Juga :  Sekjen PDIP Ingatkan Penjabat Kepala Daerah tak Bermanuver Politik

“Tidak hanya di Tana Tidung saja ya, tapi saya rasa semua daerah juga merasakan hal yang sama. Karena jika berpolitik perempuan harus menjalankan kewajibannya dengan lebih ekstra,” ujarnya.

Jika perempuan bisa lebih aktif dan lebih banyak duduk sebagai anggota DPRD, maka akan semakin banyak juga suara perempuan yang bisa terwakilkan di DPRD.

“Terwakilkan dalam artian akan semakin banyak program mengenai pembangunan perempuan yang bisa kita jalankan dan setidaknya dengan berpolitik perempuan juga bisa lebih mandiri dan lebih membantu ekonomi keluarga,” tandasnya.

Baca Juga :  Pileg 2024, PPP Tana Tidung Optimis Raih 3 Kursi

Sementara itu, Norma politisi perempuan dari partai PAN juga menuturkan semakin banyak perempuan yang berpolitik akan semakin banyak juga program-program yang berhubungan dengan pembangunan perempuan bisa lebih terlaksana.

“Kita lebih bisa menyuarakan suara kita sebagai perempuan dan mungkin kita juga bisa lebih menekan pemerintah untuk lebih banyak membuat program yang berhubungan dengan kemandirian perempuan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Osarade

Editor : Yogi Wibawa

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

12 − seven =