oleh

Dengan Program JKN, Dokter ini Imbau Masyarakat Tidak Takut Lagi Berobat

TARAKAN, Jamkesnews – Menjadi Dokter Praktek Perorangan (DPP) mitra BPJS Kesehatan sejak tahun 2016, Dessy Yulistiana (35) menyebutkan pentingnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (Program JKN) saat secara langsung melihat manfaat program ini ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta.

“Program JKN ini penting karena telah menolong banyak orang untuk tidak lagi khawatir mengakses pelayanan kesehatan tanpa memikirkan biaya yang harus dikeluarkan,” ungkap Dessy saat ditemui di lokasi prakteknya pada Rabu (22/06).

Saat pertama kali menjadi DPP mitra BPJS Kesehatan, Dessy mengaku sempat khawatir karena BPJS Kesehatan masih diawal proses transformasi dari PT Askes menjadi BPJS Kesehatan. Setelah 6 tahun melayani peserta JKN sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dirinya mengaku banyak pengalaman menarik dan berharga yang ditemui saat memberikan pelayan kesehatan di tempat prakteknya.

Baca Juga :  Ngaku-ngaku Punya Usaha Rumput Laut, Pria Ini Rupanya Pencuri

“Peserta JKN ini berasal dari beberapa kalangan, baik peserta menengah ke atas maupun menengah ke bawah. Bagi peserta yang tidak mampu, berobat dengan JKN tentunya akan sangat meringankan kehidupan mereka sehari-hari apalagi yang memiliki penyakit kronis dan perlu melakukan kontrol secara rutin ke rumah sakit,” kata Dessy.

Dessy bercerita, pernah saat itu seorang pasien paruh baya datang ke prakteknya dengan keluhan memiliki bisul di hampir seluruh kaki kanan dan kirinya. Beberapa sudah ada yang pecah, namun tumbuh kembali. Dessy mengatakan, dirinya mendiagnosa peserta tersebut mengarah ke penyakit diabetes.

“Saat itu saya periksa gula darah tidak puasa di praktek ternyata sanggat tinggi sampai 500 lebih. Akhirnya saya arahkan pemeriksaan lebih lanjut untuk gula darah puasanya pada laboratorium yang juga sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” tuturnya.

Baca Juga :  Tiba di Kaltara, Presiden PKS Pastikan Serap Aspirasi Masyarakat dan Lirik Dapil DPR RI

Lebih lanjut Dessy menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan gula darah peserta ini sangat tinggi sehingga harus segera di rujuk ke poli penyakit dalam. Sebelum akhirnya di rujuk, Dessy sempat menanyakan alasannya bertahan dengan kondisi kaki yang sudah parah tanpa langsung memeriksakan diri ke dokter.

“Pasien itu bilang dia dan keluarganya takut kalau biayanya besar dan tidak bisa ditanggung. Setelahnya saya jelaskan bahwa dengan Program JKN semua biaya berobatnya akan dijamin seluruhnya, pasien itu terlihat lega. Menyaksikan langsung setiap pasien saya dapat menjalani perawatan dengan baik tanpa khawatir akan biaya, membuat saya sadar akan pentingnya program ini bagi masyarakat Indonesia,” kisahnya.

Baca Juga :  WHO: Persepsi Pandemi Usai Salah Arah

Dessy turut mengajak masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan maupun yang jaminan kesehatannya tidak aktif karena menunggak untuk dapat segera melunasi agar kepesertaannya kembali aktif dan sewaktu-waktu sakit dapat segera digunakan.

“Saya berharap seluruh masyarakat Indonesia sudah terdaftar dalam Program JKN dan rutin membayarkan iurannya agar keberlangsungan program ini tetap terjaga. Saya juga berharap dengan hadirnya Program JKN, masyarakat tidak perlu takut lagi berobat karena masalah biaya, karena dengan prinsip gotong royong di dalam Program ini sehingga yang sakit dapat terbantu oleh iuran yang sehat dan begitu pula sebaliknya saat kita sewaktu-waktu sakit dan membutuhkan biaya yang besar,” imbaunya. (adv/OM)

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

8 + 3 =