Embung Binalatung Mengering, Skema Penggiliran Air Terpaksa Dilakukan

benuanta.co.id, TARAKAN – Kondisi Embung Binalatung Kampung Satu berada pada masa kritis. Meski belum terasa dan terdampak langsung namun, kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat agar dapat melakukan penampungan sebelum air tak mengalir.

Kepala Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan menerangkan kondisi ini diperparah karena hujan yang jarang turun serta tidak terdapat aliran sungai di sekitar Embung Binalatung.

“Kita makanya berharap Embung Indulung kalau di sana ada listriknya dia bisa ngirim ke pipa Kampung Satu,” ujarnya saat dihubungi (22/6/2022).

Iwan melanjutkan permasalahan saat ini Embung Indulung juga belum memiliki listrik sehingga belum bisa mengairi ke wilayah Embung Binalatung Kampung Satu. Padahal, pengerjaan di Embung Indulung sudah terbilang selesai.

Baca Juga :  BPJS PBI Sebagian Masyarakat Dinonaktifkan, Ini Alasannya

“Solusinya ya itu satu-satunya, kita banyak-banyak aja berdoa supaya hujan,” sebutnya.

Pihaknya juga telah melakukan antisipasi dengan skema penggiliran air di daerah tertentu. Untuk diketahui, bahwa daerah yang terdampak dari kekeringan air ini ialah Tarakan Timur seluruhnya, Tarakan Tengah sebagian dan Tarakan Barat sebagian.

“IPA Kampung Bugis yang 30 liter per detik mati, IPA Kampung Satu kita matikan, produksi tapi sedikit tidak besar, semoga hujan cepat lah,” terangnya.

Baca Juga :  Satpol PP Tegaskan Penertiban PKL Kawasan Bandara Juwata Sesuai Perda

Ia juga berharap agar PLN dapat mau memasangkan aliran listrik di Embung Indulung agar dapat mengirim air ke Embung Binalatung. Saat ini daya tampung dari Embung Binalatung sebanyak 500 ribu meter kubik.

“Masyarakat belum ada keluhan sih sampai sekarang, karena mereka paham aja. Airnya ada di Embung tapi sisa genangan-genangan aja itu pun lumpur,” jelasnya.

Dikatakan Iwan, untuk dua embung lainnya seperti Bengawan dan Persemaian masih dalam kondisi aman.

“Kalaupun hujan misal dua hari hujan berturut-turut baru bisa normal lagi itu, karena tidak ada alirannya juga kan, cuma menampung hujan saja. Beda kayak di Persemaian dan Bengawan di sana ada sungainya,” tandasnya

Baca Juga :  Jelang Imlek dan Ramadan, Harga Bahan Pokok di Pasar Gusher Stabil

Terpisah, Yuna (39) warga RT. 09 Kelurahan Pamusian mengaku belum sudah mendapat giliran air tersebut. Namun ia sudah melakukan antisipasi dengan menampung air hujan di profil miliknya.

“Ya susah sebenarnya ya kalau tidak mengalir airnya, karena kita ni ibu rumah tangga butuh mencuci masak juga ya kan. Makanya saya ada profil khusus tampung air hujan supaya kalau tidak ngalir (air) saya masih ada persediaan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *