oleh

Penentuan 10 Dzulhijjah, Kemenag Bakal Pantau Hilal Idul Adha Serentak

benuanta.co.id, TARAKAN – Menentukan jatuhnya hari Raya Idul Adha 1443 H, Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan rukyatul hilal yang serentak dilakukan pada 29 Juni 2022.

Kepala Kemenag Tarakan, H. Shaberah menjelaskan pihaknya sudah mendapatkan perintah untuk memantau hilal 1 Dzulhijjah pada tanggal tersebut.

“Jadi kalau 1 Dzulhijjah sudah terpantaukan 10 Dzulhijjah-nya sudah bisa diprediksi hari apa,” jelas H. Shaberah saat dikonfirmasi, Selasa (21/6/2022).

Berdasarkan analisa sementara, 10 Dzulhijjah masuk pada tanggal 9 Juli 2022. Namun, pihaknya tetap melaksanakan perintah pusat untuk memantau hilal, meski hilal belum terlihat dari wilayah Tarakan.

“Prosesnya dengan Idul Fitri sama saja, kita melihat hilal bulan. Artinya ingin mengetahui apakah bulan besok tanggal 1 apa tanggal berapa apakah masih tanggal sebelahnya. Kalau misalnya positif 29 Juni itu sudah 1 Dzulhijjah berarti dihitung ke depan 10 hari kan,” urainya.

Kendati belum pernah mendapati jelasnya kemunculan hilal, pihaknya tetap beracuan kepada pantauan dari seluruh Indonesia. Adapun alat pemantauan hilal yang saat ini dimiliki pihaknya ialah teropong dan dibantu oleh teodolit.

“Teman-teman dari BMKG nanti kan yang membantu pemasangan itu di teropongnya, itu biasanya mitra kami untuk pemantauan hilal ini. Pantauannya biasanya sore hari menjelang magrib,” sebutnya.

Shaberah juga mengimbau bagi masyarakat yang melakukan pemotongan hewan kurban tetap mengedepankan protokol kesehatan, serta memastikan bahwa sapi yang dikurbankan bebas dari Penyakit Kuku dan Mulut (PMK).

“Nanti kan berbahaya bagi masyarakat kalau dapat daging itu, jadi hewan kurban ya harus steril, jangan sampai bawa petaka,” pungkasnya. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Yogi Wibawa

Klik link Video di Bawah👇

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

one × five =