oleh

Adoy! Modal Iming-iming, Sales Sembako Gauli Gadis hingga Hamil

benuanta.co.id, NUNUKAN – Perbuatan pria berinisial MM asal Kabupaten Nunukan sungguh tak pantas ditiru. Dengan teganya lelaki berusia 47 tahun itu diduga mengauli seorang anak di bawah umur, sebut saja Melati (15) hingga hamil.

Aksi cabul itu akhirnya terkuak usai korban mengaku telah dinodai MM yang bekerja sebagai sales sembako. Tak butuh waktu lama, MM pun langsung diringkus polisi tanpa perlawanan pada 13 Juni 2022 kemarin.

Kapolsek Nunukan Kota, Akp Ridwan Supangat melalui Kanit Reskrim Polsek Kota Erikson menyampaikan dari hasil keterangan terduga tersangka MM telah mengakui perbuatan persetubuhan itu.

Kepada polisi juga, MM mengaku melakukan aksi tak senonohnya itu di rumahnya sebanyak 4 kali pada Maret 2022.

“Persetubuhan sudah dilakukan 4 kali di bulan Maret dan dilakukan di tempat yang sama yakni di rumah terduga tersangka,” ujar Erikson kepada benuanta.co.id, Rabu (15/6/2022)

Keterangan terduga MM kepada polisi, keduanya memiliki hubungan asmara. Namun korban membantah memiliki hubungan spesial.

Diceritakan Erikson, perkenalkan keduanya bermula saat Melati yang mengantarkan adiknya sekolah dan melintasi rumah pelaku. Keduanya yang bertemu juga bertukaran nomor telepon.

Korban yang kesehariannya menjual hasil kebun keluarganya di pasar, ditawari oleh MM untuk dibeli. Hanya saja, pelaku mengiming-imingi korban untuk dibayar lebih.

“MM menggunakan modus ini dengan mengimingi dengan uang lebih, korban mengantarkan hasil kebunnya ke rumah MM dan dibayar lebih,” ungkapnya.

Terkini kondisi korban yang hamil terungkap saat korban sering muntah-muntah lalu diantar oleh keluarganya ke dokter. Dari hasil pemeriksaan itu korban diketahui tengah hamil 2 bulan.

“Setelah diperiksa dokter, korban ditanyai oleh keluarganya kemudian korban mengakui telah disetubuhi oleh MM, dan MM kami amankan di rumahnya pada 13 Juni 2022,” terangnya.

“MM saat ini telah diamankan dan ditahan di Polsek Kota Nunukan, pasal yang di sangkakan yakni pasal 81 ayat 2 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkasnya. (*)

Reporter : Novita A.K

Editor : Yogi Wibawa

Klik link Video di Bawah👇

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

four × two =