benuanta.co.id, BULUNGAN – Kodim 0903/Bulungan dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan dan Polres Bulungan serta jajaran Forkopimda Bulungan duduk bersama membahas masalah peningkatan perekonomian yang bermuara pada ketahanan pangan di masyarakat.
Komandan Kodim 0903/Bulungan, Kolonel Inf Akatoto mengatakan untuk mencari solusi maka perlu diadakan komunikasi sosial bersama aparat pemerintah daerah.
“Supaya hubungan kita terjalin baik, siapa tahu ada program kita dengan program pemda ataupun Polri kita bisa bersinergi. Intinya itu untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Kolonel Inf Akatoto kepada benuanta.co.id pada Selasa, 14 Juni 2022.
Akatoto menjelaskan, Kodim ikut berperan dalam ketahanan pangan di masyarakat, salah satunya pendampingan dan pengawasan terhadap petani pada luasan lahan pertanian mencapai 1.018 hektare untuk area penanaman padi.
“Makanya kita bentuk grup Whatsapp yang isinya kelompok tani dan petani. Kita ingin tahu apa saja kendalanya, yang biasanya banyak karena kendala bibit, pupuk dan segala macamnya,” jelasnya.
Jika berhubungan dengan alat dan mesin pertanian (Alsintan) serta pengadaan pupuk tanaman maka pihaknya akan langsung menghubungi Dinas Pertanian. Kemudian terkait hasil pertanian yang sudah memiliki pangsa pasar terus digenjot agar dipasarkan.
“Misalnya di Desa Sajau Hilir itu menghasilkan beras, ternyata masih bingung. Bisa menghasilkan 20 ton perbulan ternyata hanya bisa 5 ton, ini sayang sekali. Makanya kita push terus supaya ada peningkatan,” paparnya.
Sementara itu, Kasat Binmas Polres Bulungan AKP Munawan menuturkan jika kehadiran polisi yakni Bhabinkamtibmas di wilayah desa yang memiliki lahan pertanian agar dapat membantu dan memotivasi para petani untuk meningkatkan usaha pertaniannya.
“Selama ini banyak muncul pemasalahan di masyarakat kaitannya dengan lahan terutama yang tumpang tindih,” ujar AKP Munawan.
Kata dia, permasalahan masyarakat soal lahan sebenarnya sangat kompleks ada yang tumpamg tindih dengan wilayah transmigrasi ada juga dengan hak guna usaha (HGU) perusahaan.
“Kita hadir untuk menyukseskan program pemerintah di semua bidang, kalau peran kita itu di masalah hukumnya. Salah satunya juga masalah sengketa lahan maka larinya kepada kepolisian,” tuturnya.
Masalah yang juga kerap muncul adalah masalah pupuk, terkadang petani sudah mencari di pasaran dan melakukan permintaan melalui pemerintah pun tidak mendapatkannya. Maka dengan komunikasi antar Forkopimda ini mendapatkan solusi terbaik.
“Pupuk juga kadang jadi masalah, terkadang tidak sampai pada sasaran atau tidak sampai ke tangan petani,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Matthew Gregori Nusa







