oleh

Soal Kontroversi Khilafatul Muslimin, Kesbangpol Singgung Salah Berguru

benuanta.co.id, TARAKAN – Selain tidak memenuhi syarat adminstratif kehadiran Khilafatul Muslimin yang telah melebarkan sayap di Kota Tarakan, memiliki sejumlah kontroversial akan paham keagamaan yang diduga salah.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tarakan meyakini, aktivitas dan gerakan Khilafahtul Muslimin diduga memiliki sokongan dana dari pihak-pihak tertentu. Hal itu juga menjadi perhatian publik ketika petinggi Khilafatul Muslimin dan sejumlah pengurus diamankan pihak kepolisian di beberapa daerah lain.

“Secara garis besar aliran dana dari pihak tertentu ada, kalau didalami di daerah-daerah lain, yang tertangkap pihak kepolisian. Setelah dilakukan penggeledahan ada uang miliaran dan ada barang-barang yang dilarang,” ujar Kepala Kesbangpol Tarakan Muhammad Haris kepada benuanta.co.id, Senin (13/6/2022).

Masuknya Khilafahtul Muslimin ke Kota Tarakan sejak tahun 2020, ternyata tak lepas dari pantauan dan deteksi Kesbangpol beserta tim yang berwenang.

Pihaknya melakukan pengawasan bersama Tim Pengawasan Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Tarakan yang diketuai Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan yang melibatkan semua unsur intelijen.

Haris memastikan, sejak awal masuknya Khilafatul Muslimin ke Tarakan sudah terdeteksi oleh Tim Pakem.

“Khilafahtul Muslimin di  Tarakan sendiri kita belum bisa dipastikan apakah terdapat aliran dana dari pihak tertentu. Namun keberadaan Khilafatul Muslimin itu ada meski tidak besar,” urai Haris.

Haris menilai sejatinya 10 orang warga Tarakan yang turut bergabung menjadi keanggotaan Khilafatul Muslimin mungkin saja tidak sesat, namun barangkali salah memiliki guru.

“Kita duga anggota yang tergabung di Khilafahtul Muslimin memiliki pengetahuan agama yang rendah. Makanya belajar agama itu harus totalitas kan, karena kalau bicara agama harusnya tidak radikal kenapa jadi radikal, karena salah guru,” tutup Haris. (*)

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor : Yogi Wibawa

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

five × five =