oleh

Gerakan Khilafah Berpotensi Berkembang di Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Tak lagi dipungkiri potensi berkembangnya Khilafatul Muslimin maupun kelompok sejenis lainnya di Kalimantan Utara (Kaltara) bisa saja terjadi.

Meski paham yang dibawa Khalifatul Muslimin dianggap bertetanggaan dengan Pancasila. Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kaltara menyarankan masyarakat tidak main hakim sendiri, melainkan dapat melaporkan dengan MUI serta tokoh agama terdekat.

Mengingat sukar untuk dihindari, MUI Kaltara membenarkan bahwa wilayah Kaltara sangat memungkinkan menjadi sasaran pelebaran sayap organisasi kekhalifahan. Hal tersebut banyak faktor penyebabnya, diantaranya geografis dan kondisi sosial.

“Potensi berkembangnya gerakan itu bisa terjadi di mana saja termasuk di Kaltara. Tetapi keunggulan kita di Kaltara, silaturahmi antar ormas, internal umat Islam dan pihak keamanan itu sangat baik,” ujar Wakil Ketua MUI Kaltara, Syamsi Sarman kepada benuanta.co.id, Jumat (10/6/2022).

Berkat kerjasama yang baik antar organisasi keagamaan, pihak kepolisian serta pihak berwenang, maka MUI menilai berbagai gerakan dapat terdeteksi dini.

Bahkan kata Syamsi Sarman, hal itu kerap dalam pengawasan bersama.

“Hal-hal yang muncul seperti Khilafahtul Muslimin, dengan cepat terdeteksi. Itulah kelebihannya, kita di Kaltara ini MUI, DMI dan ormas-ormas Islam baik yang besar maupun kecil, selalu terjalin komunikasi yang intens, sehingga memudahkan mendeteksi gerakan-gerakan yang tidak sesuai dengan haluan negara kita,” ungkapnya.

MU Kaltara mengimbau kepada masyarakat, bahwa bukan hanya Khilafahtul Muslimin yang menjadi sasaran pengawasan, tetapi juga gerakan sejenis yang tak sesuai dengan ideologi negara.

Pihaknya menekankan, apabila masyarakat menemukan gejala-gejala serupa, diharapkan segera melaporkan kepada MUI, tokoh agama yang dikenal.

“Jika ada yang dicurigai, kita coba deteksi bersama dengan pihak kepolisian. Benar atau tidaknya bisa kita luruskan, barangkali laporannya misalnya salah tidak seperti yang diduga, jangan sampai main hakim sendiri nanti bahaya juga. Kondusifitas di Kaltara harus kita jaga sama-sama,” harap petinggi Muhammadiyah Kaltara itu.

Semua upaya tersebut, dicetuskan MUI tidak lain agar masyarakat Kaltara dapat hidup beragama, rukun, tidak saling mencurigai. Serta dapat beribadah dengan tenang, tanpa terganggu oleh kelompok-kelompok yang merusak citra Islam itu sendiri.

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor : Yogi Wibawa

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

4 × 2 =