benuanta.co.id, BULUNGAN – Hadirnya 2 mega proyek di Kabupaten Bulungan yakni Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Desa Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Peso, diyakini menjadi pendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan kedua proyek itu menjadi proyek strategis nasional yang diharapkan dapat menjadi kawasan industri hijau terbesar di dunia dengan luas 30 ribu hektare.
“Dengan adanya kawasan industri ini diyakini akan mendukung pemulihan ekonomi nasional. Kemarin kita sampaikan dalam FGD Deputi Pengkajian Strategik Direktorat Pengkajian Ekonomi dan SKA Lemhannas RI,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Jumat 10 Juni 2022.
Bahkan pembangunan PLTA di hulu Sungai Kayan itu menjadi bentuk ekonomi hijau atau Green Economy yakni ekonomi yang rendah emisi terhadap lingkungan dan memiliki keadilan sosial. Syarwani menyampaikan selain KIPI dan PLTA, pembangunan infrastruktur jalan diharapkan dapat diperhatikan pemerintah pusat.
“Ini demi menunjang percepatan pembangunan KIPI dan PLTA seperti akses jalan yang menuju Tanah Kuning Mangkupadi dan ke Kecamatan Peso,” jelasnya.
Tak hanya itu dengan 2 mega proyek itu menjadi peluang terbukanya lapangan kerja, diproyeksikan dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bulungan. Selain upaya pemerintah daerah dalam mendukung PSN, pihaknya juga menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan pendidikan dan keterampilan
“Kita bekerjasama dengan beberapa universitas baik dari kemampuan berbahasa maupun keahlian serta pendidikan bahasa asing yakni bahasa Inggris dan Mandarin bagi para pelaku usaha dan calon pekerja,” paparnya.
Sementara itu, Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI Reni Mayerni mengatakan dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Bulungan dalam rangka mengkaji terkait potensi dan kendala dalam mewujudkan ekonomi hijau di Kaltara.
“Jadi sejumlah pengusaha dan investor juga dilibatkan dalam kajian komprehensif untuk mengetahui potensi dan kendala mewujudkan green economy,” ujarnya.
Kata dia, kajian itu untuk kepentingan bangsa dan negara, nantinya akan dilaporkan ke Gubernur Lemhannas yang akan diteruskan ke Presiden. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : Yogi Wibawa







