benuanta.co.id, TARAKAN – Mendiang dokter Lois Owien, sejak muda telah mendedikasikan hidupnya untuk kesehatan masyarakat Tarakan, sebelum dirinya memutuskan untuk berkiprah di Ibu Kota Negara DKI Jakarta. Dokter lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI) itu, dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi.
Perjalanan dr. Lois Owien semasa hidupnya, terbilang fokus menggeluti dunia kedokteran dan kesehatan. Dokter kelahiran Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung (KTT) tahun 1977 ini, ternyata menghabiskan masa kanak-kanak hingga dewasanya di Kota Tarakan.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga alias sang adik Rano Henri, dr. Lois merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Riwayat pendidikan almarhumah yakni SDN 008 Juata Laut tahun 1988, SMP di Tarakan tahun 1991 dan SMAN 1 Tarakan.
Lois yang akrab disapa Owien memilih masa depannya dengan menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran UKI Jakarta pada tahun 1996 dan melanjutkan praktik koas kemudian dinyatakan lulus pada tahun 2003.
Dijelaskan sanak keluarga dr. Lois saat membacakan riwayat hidup di rumah duka, bahwa sosok dokter yang terkenal di kancah nasional itu mengawali karir kedokterannya di bumi Paguntaka Kota Tarakan.
Ia perdana memulai pengabdiannya di beberapa Puskesmas Kota Tarakan, yaitu Puskesmas Juata Permai pada tahun 2004, Puskesmas Gunung Lingkas tahun 2005 dan Puskesmas Karang Rejo tahun 2006 hingga 2007.
Selain itu, ketika masih aktif di Kota Tarakan, ia pun melayani kesehatan masyarakat dengan membuka praktek dokter di kediamannya di Jalan Anggrek Kelurahan Karang Anyar atau Kampung Bugis, Kota Tarakan.
“Tadi sewaktu pak Walikota Tarakan berkunjung, beliau sempat bilang kalau dr. Lois pernah menjadi staf sewaktu beliau Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan,” terang sang adik, Rano Hendri kepada benuanta.co.id, Rabu (8/6/2022).
Lalu kemudian, akhirnya dr. Lois memutuskan untuk keluar dari jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Tarakan dan berkenaan melanjutkan Pendidikan Estetik atau Kecantikan di Jakarta pada tahun 2008, setelah itu melanjutkan studi di Kuala Lumpur Malaysia.
Di tengah kedukaan yang menimpa sanak keluarga di Kelurahan Karang Anyar Kampung Bugis itu, sang adik begitu mengenang bahwa Owien merupakan sosok kakak yang dikenal baik serta peduli kepada banyak orang.
Pihak keluarga merasa sangat kehilangan sosok dr. Lois yang selama ini menjadi kebanggaan keluarga. Berbagai upaya untuk memulihkan kesehatan dr. Lois dari penyakit kanker yang ia derita, telah ditempuh selama beberapa waktu.
Sekitar 2 bulan ini, dr. Lois yang kembali bersama keluarganya di Kota Tarakan, pun telah fokus memulihkan kesehatannya, namun takdir berkata lain sehingga dr. Lois pergi untuk selama-lamanya.
“Almarhumah dr. Lois mengalami sakit kanker dan juga komplikasi. Saudara kami yang sudah berada di Jakarta, telah siap untuk daftarkan beliau di rumah sakit di sana, namun Tuhan berkehendak lain,” tutup Rano. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Matthew Gregori Nusa







