Minat Pembelian Hewan Kurban di KTT Dinilai Lesu Tahun Ini

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Perayaan Idul Adha 1443 H  di Indonesia identik dengan ritual kurban hewan peliharaan seperti sapi dan kambing. Nah, penjualan hewan kurban seperti sapi dan kambing di Kabupaten Tana Tidung (KTT) hingga hari ini masih lesu. Walaupun masih sebulan lagi idul Adha tiba.

Muhammad Jufri, seorang peternak mengaku kalau penjualan hewan kurban tahun ini tidak sebanyak seperti 2021 lalu.

“Kalau tahun lalu paling banyak penjualannya, karena sebulan sebelum idul adha semua sapi di sini sudah habis dipesan orang. Tapi kalau di tahun ini kondisinya agak lambat, karena saat ini masih 9 ekor sapi yang sudah dipesan,” kata Jufri, Rabu, 8 Juni 2022.

Baca Juga :  Beragam Inovasi dan Teknologi Dukung Grup PHI di Zona 9 Lampaui Target Produksi Migas 2025

Meski demikian, Jufri tetap optimis kalau penjualan hewan kurban tahun ini bisa seperti tahun sebelumnya.

“Bukan tidak dibeli tapi lebih lambat saja penjualannya dan biasanya juga jelang 14 hari sebelum idul adha baru ramai orang yang pesan hewan kurban,” ujarnya.

Pelonggaran prokes saat ini justru menurut Jufri membuat kelesuan pemesan hewan Kurban.

Baca Juga :  Kejar Target Rp6 Miliar, Bapenda Kaltara Perkuat Pendataan Alat Berat

“Bisa jadi karena saat pandemi covid masyarakat tidak ada yang keluar daerah dan lebih banyak berdiam di rumah sehingga pengeluaran jauh lebih sedikit,” ungkapnya.

“Tapi kalau sekarangkan keluar daerah sudah boleh, otomatis pengeluaran masyarakat jauh lebih besar sehingga untuk membeli hewan kurban juga menjadi lebih lambat dibandingkan tahun lalu,” terangnya.

Rian, warga Tana Tidung mengatakan selama 2 tahun ini dirinya aktif membeli hewan kurban untuk dikurbankan. Tahun ini ia mengaku sengaja tidak membeli langsung hewan kurban karena banyaknya pengeluaran biaya saat ramadan.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Sosialisasikan Permenko No. 1 Tahun 2026: Lindungi Nasabah KUR Melalui Jaminan Sosial

“Kalau tahun lalu karena tidak pulang kampung, jadi penghasilan saya dibelikan hewan qurban dan sebagiannya saya tabung. Tahun ini sebagian besar penghasilan sudah saya gunakan untuk pulang kampung, karena sudah 3 tahun saya tidak pulang. Makanya untuk beli hewan kurban saya sudah tidak bisa beli secara mandiri lagi seperti tahun lalu,” pungkasnya.(*) 

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *