Bupati Nunukan Resmikan Pengoperasian Zona Aktif Landfill 1B TPA

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Nunukan mengoptimalkan pengoperasian zona aktif landfill 1B di tempat pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan yang baru diresmikan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura hafid, Selasa, 7 Juli 2022.

Kegiatan itu dirangkai dengan memperingati hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2022. Penetapan hari lingkungan hidup sedunia ini didasari oleh kesadaran global. Pembangunan tidak boleh melupakan aspek perlindungan terhadap lingkungan hidup warisan bagi anak cucu dan generasi yang berikutnya.

Acar itu juga dirangkai dengan penanaman pohon terap di lokasi TPA Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan. Selain Bupati, Wakil Bupati H. Hanafiah juga hadir, sekretaris daerah Serfianus, serta ketua DPRD Nunukan Hj. Leppa, dan Forkompinda, CSR di Nunukan,

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dr. Meinstar Tololiu, mengatakan, di Kalimantan Utara, baru di Nunukan yang memiliki sanitary landfill. dengan luas setengah hektare itu sudah penuh sekitar 500 meter dari bawah hingga atas selama 9 tahun.

“Prestasi sampai paling banyak itu sampah plastik, jika kita bisa pilah sampah maka akan memperlambat penumpukan sampai di sanitary landfill,” kata dr. Meinstar Tololiu.

Di pulau Nunukan penduduk mencapai 80 ribu orang, berdasarkan penilaian kementerian Lindungan hidup setiap orang di Indonesia menghasilkan sampah 0,68 kilogram. Jika dikalikan dengan 80 ribu per hari bisa mencapai 54,4 ribu kilogram sampah. Sedangkan yang bisa diangkut hanya 15 ton sehari sehingga belum bisa terangkut semuanya seperti wilayah pesisir pantai atau di pemukiman warga.

Menurut Meinstar, perlu diterapkan 3R (Reuse, Reduce,dan Recycle). Reuse  adalah menggunakan kembali sampah sampah yang masih bisa digunakan atau bisa berfungsi lainnya. Reduce yakni engurangi segala sesuatu yang mengakibatkan atau memunculkan sampah. Recycle mengolah kembali sampah atau daur ulang menjadi suatu produk atau barang yang dapat bermanfaat.

Dikatakan Bupati Laura, dengan kesadaran itu maka dilaksanakan peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2022 sebagai bentuk komitmen dan keinginan semua untuk terus merawat dan menjaga lingkungan hidup.

Berbagai permasalahan lingkungan hidup di antaranya kebakaran hutan, perubahan iklim, meningkatnya beban pencemaran pada sungai-sungai, pencemaran akibat limbah, abrasi laut, banjir dan permasalahan sampah. Pemerintah ingin memberi pesan kepada masyarakat, bahwa persoalan sampah merupakan masalah serius yang harus menjadi perhatian semua.

Lanjutnya dalam sambutannya, banyak orang tidak menyadari, bahwa sampah-sampah, terutama sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari akan menjadi masalah serius jika tidak ditangani secara benar. Apalagi sampah dari masyarakat cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun.

Di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bekasi, dan Bogor, persoalan sampah bahkan menimbulkan gejolak sosial di masyarakat yang penanganannya membutuhkan waktu lama.

“Kita patut bersyukur, saat ini sudah memiliki tempat pemrosesan sampah yang cukup memadai di Tanjung Harapan, Nunukan Selatan. TPA ini sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas pengelolaan sampahnya, sehingga sebagian sampah itu sudah ada yang memberikan nilai tambah secara ekonomis,” jelasnya.

Sampah yang bernilai ekonomis itu saat ini mulai dirintis, yaitu mengolah sampah-sampah plastik menjadi pelampung tali pengikat rumput laut. Inovasi ini sangat berguna untuk meminimalisir dampak sampah plastik yang sangat mencemari lingkungan. Ada juga sebagian sampah lainnya yang diolah menjadi pupuk kompos, dan bentuk yang lainnya yang berdaya guna.

“Kami pemerintah sangat mengapresiasi inovasi seperti ini, karena bisa mengurangi volume sampah secara keseluruhan, dan secara otomatis pula sudah ikut menjaga lingkungan.

Neraca pengelolaan sampah Kabupaten Nunukan hingga akhir tahun 2021, dari sekitar 16 ribu ton sampah yang dihasilkan. 22 persen di antaranya dapat dikurangi melalui kegiatan reduce atau pembatasan, reuse atau pemanfaatan kembali dan recycle atau daur ulang, di mana kegiatan 3R tidak saja mampu meningkatkan edukasi arti penting pengelolaan sampah secara mandiri oleh masyarakat tetapi juga memberikan dampak ekologis dalam menyelamatkan lingkungan sekaligus dampak ekonomi melalui sirkulasi ekonomi berbasis sampah.

“Kita harus terus dorong untuk mewujudkan Nunukan yang lebih bersih, lebih sehat dan menjadi kota yang layak huni dan berkelanjutan,” harapnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *